Menarik Pajak Adalah Bentuk Kezaliman


TintaSiyasi.com -- Pengamat Kebijakan Publik Dr. Erwin Permana menegaskan, menarik pajak adalah bentuk kezaliman. “Pajak itu sudahlah satu bentuk kezaliman yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat sekarang ini,” ujarnya di acara Catatan Peradaban: Pejabat, Kemewahan dan Seruan Tidak Bayar Pajak, Ada Apa? di YouTube Peradaban Islam ID, Kamis (9/3/2023).

Menurut Erwin, dana dari pajak tidak pernah benar-benar dialokasikan sesuai dengan yang diamanatkan oleh konstitusi, oleh karena itu menurutnya, pentingnya negara mencari sumber-sumber pendapatan yang lain selain dari pada pajak.

Selain itu, menurutnya, negara tidak mampu membayar utang. Ia menegaskan bahwa itu bukan utang masyarakat, tetapi utang negara, negara sendiri yang memiliki ambisi sedemikian besar melaksanakan berbagai macam proyek dan seterusnya.

“Apakah negara akan bangkrut pada akhirnya? Yang pasti negara tidak akan bangkrut, kita kaya raya kok ya, masyarakat juga memiliki kehidupan yang banyak yang bersumber dari alam misalnya di Indonesia,” tegasnya.

Erwin menegaskan, kalau pajak itu berasal dari masyarakat mestinya kembali kepada masyarakat, dalam bentuk jalanan yang bagus, pendidikan yang berkualitas dan pelayanan kesehatan yang baik.

“Sekarang kan tidak, jalan tetap bayar kok, jalan tol ya, pendidikan masih begitu-begitu saja, pendidikan tetap juga mahal kita bayar, kesehatan juga masih begitu saja tetap saja kesehatan swasta yang berkualitas bagus kan itu dibandingkan dengan BPJS (Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial) misalnya,” ujarnya.

“Jadi tidak pernah kembali ke masyarakat, pajak yang sudah mereka bayarkan itu. Jadi kalau pada akhirnya sekarang ini ada seruan untuk tidak membayar pajak itu seruan yang sangat alamiah, apakah negara nanti akan bangkrut, saya kira bukan lagi menjadi soal bagi masyarakat,” tambahnya.

Memeperbaiki Sistem

Menurut Erwin, mengubah sistem itu yang paling rasional bagi negara sekarang ini, mengubah sistemnya menjadi yang lebih baik. “Masyarakat tidak perlu bayar pajak yang mengurus negara tidak perlu pusing bagaimana pemasukan negara, kita banyak sekali sumber pemasukan negara yang banyak ini, semuanya menjadi baik negaranya baik masyarakatnya makmur bukan kah ini yang kita cita-citakan, bukankah ini yang kita cita-citakan, bukan kah ini yang kita inginkan selama ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, negeri ini hutannya luas, laut yang luar biasa kaya raya, kekayaan alam, batubara, emas segala macam ada. Tapi menurutnya, masyarakat hanya bisa di pandang saja, tidak bisa di rasakan manfaatnya sampai ke rekening masyarakat, sampai ke kehidupan masyarakat tidak sampai ke dapur-dapur masyarakat, itu kekayaan masyarakat. Justru menurutnya, kekayaan Indonesia masuk ke kantong-kantong oligarki yang memiliki kekuasaan.

“Solusi yang terbaik itulah solusi yang berasal dari Islam, maka jika kita ingin menghentikan keburukan yang terjadi di negeri ini, maka kita terapkan Islam secara totalitas, maka akan nampak dengan terang negeri ini merupakan negeri yang kaya raya yang kekayaannya itu dirasakan oleh masyarakat bukan hanya sebatas kaya,” pungkasnya. [] Aslan La Asamu

Posting Komentar

0 Komentar