TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

#LebaranKitaIstimewa, Semangat Perjuangan Umat Islam Se-Nusantara


#LebaranDiRumah tahun ini tak menyurutkan antusiasme umat Islam dalam menyemarakkan perayaan momen Idul Fitri. Meski raga tak dapat berjumpa, namun suasana meriahnya lebaran dapat kita rasakan. Setidaknya inilah yang terekam dalam perhelatan akbar yang diselenggarakan Khilafah Channel dalam akun youtube-nya (25/05). Persembahan akbar dari @khilafahchannel dan tim @ramadhankita.com ini menampilkan penataan panggung digital termutakhir dari ujung Sabang hingga Merauke. 

Acara yang mengusung tema The New Spirit of Lebaran 1441 H ini memeriahkan suasana lebaran kita dengan lantunan takbir, tahmid dan tahlil dari perwakilan 34 provinsi di Indonesia. Yang tak kalah istimewa adalah hadirnya dua tokoh yang namanya malang melintang dalam dakwah Islam Kaffah dan Khilafah di Indonesia yakni KH. Rokhmat S. Labib dan KH. M. Ismail Yusanto.

Acara yang dipandu Ustadz Karebet Wijaya Kusuma ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan disusul dengan penyampaian pesan Ramadhan oleh KH. Rokhmat S. Labib. Beliau menuturkan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan transformasi dan salah satu tanda amal ibadah puasa kita diterima oleh Allah adalah apabila setelah Ramadhan semakin banyak kebaikan-kebaikan yang kita lakukan, bukan malah semakin banyak melakukan keburukan. 

Beliau pun mengingatkan kembali makna taqwa yang tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, bahwa taqwa yang dimaksud adalah mengerjakan amal ketaatan atas dasar petunjuk dari Allah dan berharap rahmat-Nya, serta meninggalkan kemaksiatan atas petunjuk dari Allah karena takut akan azab Allah. Kita pun diingatkan kembali bahwa taqwa tidak cukup hanya dalam skala individu, tetapi juga dalam masyarakat dan negara.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Orolan Lebaran bersama KH. M. Ismail Yusanto. Beliau mengawali dengan menguak sejarah dibalik tradisi Lebaran, yang tak lain adalah produk akulturasi sosial kultural Islam dengan Nusantara. Beliau kemudian menyampaikan makna dibalik hashtag #LebaranKitaIstimewa, bahwa di tengah pandemi yang tak bisa dipastikan kapan berakhirnya ini, diperlukan tiga kekuatan untuk menghadapi yakni kekuatan fisik, ekonomi, dan mental spiritual. Dari ketiga hal tersebut, kekuatan mentallah yang memiliki peran penting sebab tak sedikit kejadian stres dan bunuh diri yang timbul akibat pandemi ini. Namun Allah telah memberikan rahmat-Nya dengan menghadirkan bulan Ramadhan yang mampu menjadi inkubasi spiritual.

Datangnya bulan Ramadhan membuat umat Islam memiliki kekuatan lebih dalam menghadapi pandemi hari ini meski kekuatan fisik menurun akibat puasa. Sebab dengan adanya kekuatan mental spiritual yang luar biasa, ia akan mampu melakukan capaian-capaian yang luar biasa seperti yang terjadi di Perang Badar, perang yang dimenangkan oleh kaum muslim walaupun dalam kondisi berpuasa.

Lebaran digital ini pun diwarnai dengan seruan perwakilan umat Islam dari 34 provinsi di nusantara itu untuk tetap istiqamah dan semangat berjuang mendakwahkan Islam Kaffah dan Khilafah yang disampaikan melalui untaian pantun. Ustadz Karebet, yang terkenal dengan pantun khasnya bunga mawar bunga melati itu pun, tak ayal membuat para pemirsanya terlarut dalam aksi berbalas pantun melalui kolom komentar. Pantun ideologis yang semakin menunjukkan ghirah (semangat) perjuangan penegakan syari’ah kaffah dalam bingkai Khilafah. MasyaAllah, Allahu Akbar! 

Semoga Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini menjadi Ramadhan dan Idul Fitri terakhir kita tanpa adanya Khilafah. Sebab, makna kemenangan hakiki adalah tatkala umat Islam di seluruh dunia dapat bersatu kembali dalam satu kepemimpinan Khalifah dalam naungan Khilafah Islamiyyah, yang dengannya Islam Kaffah dapat terlaksana dengan sempurna.

Wallahua'lam bish-shawab

Oleh : Dwi Miftakhul Hidayah, S.ST (Aktivis Muslimah)

Posting Komentar

0 Komentar