Lembaga Pemerintah dalam Negara Harus Memiliki Sifat Adil

TintaSiyasi.com -- Direktur Global Cyber Watch, Rifai Wahyudi, mengatakan bahwa lembaga pemerintahan dalam negara harus memiliki sifat tsiqoh (adil).

“Lembaga pemerintahan dalam negara harus memiliki sifat tsiqoh. Termasuk dua lembaga ini, yakni DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI (Republik Indonesia) dan Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia), masih dipandang oleh masyarakat tidak memiliki sifat tsiqoh. Ada beberapa faktor, di antaranya track record (masa lalu) yang mereka lakukan,” katanya di Program Kabar Petang: Polri dan DPR Lembaga Paling Tidak Dipercaya Publik, Rabu (22/12/2022) di YouTube Khilafah News.

"Anggota DPR itu harus cari uang sebanyak-banyaknya. Amplop pun bertebaran, bahkan uang yang tidak jelas. Terkadang untuk meloloskan satu pasal saja dapat uang sekian juta atau miliar," ujar Rifai.

Menurut Rifai mahar menjadi sebuah syarat untuk mencalonkan diri menjadi sebagai anggota DPR RI. Jika tidak ada modal akan disponsori bohir atau bandar dalam bentuk hutang. “Konsekuensi meloloskan proyek bahkan ikut campur dalam pembuat undang-undang," tegasnya.

Lembaga Polri pun sering menjadi musuh para sopir truk, saat bertugas di jalanan. Karena penindakan tilang di tepi jalan dengan melakukan jalan damai. Lebih lanjut Rifai memaparkan, Polri masih sering menampilkan arogansinya saat di lapangan. Hal itu sering kali terjadi dan sampai membawa korban. “Terhadap para pendemo misalnya, buruh dan mahasiswa sering kali mendapatkan perlakuan kekerasan saat menyampaikan aspirasi terkait Bawaslu,” imbuhnya.

“Dalam Islam dua lembaga ini ada istilah memang khusus yaitu syurtah dan majelis umat,” tutur Rifai.

Dia menegaskan bahwa polisi atau syurtah adalah orang-orang yang sudah terpilih, termasuk ketsiqohan pribadinya maupun secara kelembagaan. "Perlu mengaji bersama, secara terbuka agar terbentuk kepribadian Islam atau Syakhsiyah Islamiah,” lanjut Rifai.

Sedangkan Dewan Perwakilan Rakyat atau Majelis Umat tidak menciptakan dan mengesahkan undang-undang, tetapi seorang mujtahid yang hanya menggali hukum Islam.

“Kasus Sambo dan Kanjuruhan yang belum tuntas semakin memelorotkan citra Polri yang seharusnya memiliki sifat tsiqoh, semakin ambles di mata masyarakat,” pungkas Rifai.[] Yessy

Posting Komentar

0 Komentar