Cendekiawan Muslim: Urusan Dakwah Adalah Urusan Hidup Matinya Umat


TintaSiyasi.com -- Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menegaskan bahwa urusan dakwah merupakan urusan hidup dan matinya umat. “Jadi, ini satu ungkapan yang luar biasa, yang mestinya kita renungkan. Betapa urusan dakwah ini memang urusan, kalau di dalam satu ungkapan di dalam Kitab Manhaj itu, ijra'ul hayyi aulmaut, ini persoalan hidup matinya umat," ujarnya dalam rubrik Kajian Inspirasi Dakwah: Dakwah Poros Hidup, di YouTube Ngaji Shubuh, Rabu (16/11/2022).

Ia menjelaskan, dakwah digambarkan seperti darah. Darah harus terus mengalir. Kalau darah berhenti mengalir, maka tubuh manusia akan binasa. Oleh karena itu ia mengajak semua untuk merenungkan apa yang dikatakan oleh Baginda Rasulullah SAW, sebagaimana disebutkan oleh Syekh Ibnu Hisyam dalam Sirah Ibnu Hisyam jilid 1 halaman 266. 

"Di sana Baginda Rasulullah SAW mengatakan yang artinya, Demi Allah, seandainya mereka itu meletakkan matahari di tangan kananku, lalu rembulan di tangan kiriku, untuk aku meninggalkan urusan agama ini, tidak akan aku meninggalkan urusan ini, sampai Allah memenangkan urusan agama ini, atau aku binasa karenanya," katanya.

“Saya membaca apa yang dikatakan Baginda Rasulullah SAW ini, kalau kita coba renungkan, itu mau sumpah model apa lagi yang lebih dahsyat daripada ini? Saya kira tidak ada," jawabnya

Ia meyakinkan bahwa sumpah Rasulullah SAW adalah sumpah yang sudah maksimal. "Mau pakai gunung ditumpahkan kepada kita, matahari lebih besar daripada gunung. Bumi ditimpakan kepada kita, matahari lebih besar daripada bumi. Mau Samudera ditumpahkan kepada kita, matahari lebih besar dari samudera. Artinya ini sebuah bentuk sumpah yang sudah mentok,” yakinnya.

UIY melanjutkan bahwa sumpah Rasulullah SAW tersebut menggambarkan sebuah tekad yang luar biasa, sekaligus menunjukkan betapa urusan dakwah bukan urusan main-main. Bukan hanya sekedar pengisi waktu kosong just to kill the time, yaitu bukan urusan yang bisa dilakukan sambil lalu. Dakwah adalah urusan yang sangat serius.

“Kenapa amat serius? Karena dakwah ini akan menentukan apakah seseorang ini menjadi muslim, mengenal Allah atau tidak. Dakwah ini akan menentukan apakah manusia ini bakal mengenal Allah atau tidak. Tanpa dakwah, orang tidak akan mengenal Allah," lanjutnya.

Ia memaparkan bahwa tanpa dakwah, manusia tidak akan mengenal risalah yang diturunkan oleh Allah. Tanpa dakwah, orang tidak akan mengenal isi risalah. Jika isi risalah itu menyangkut halal dan haram, maka manusia tidak akan pernah mengerti halal dan haram.

"Jika isi risalah itu menyangkut arah tujuan, visi dan misi hidup, maka manusia juga tidak akan mengenal arah, tujuan, visi dan misi hidup. Jika risalah Islam itu berisi kebaikan, maka manusia tidak akan pernah mengerti kebaikan. Jika risalah Islam itu akan mengantarkan manusia menuju surga, maka manusia juga tidak akan pernah mengerti jalan menuju surga," paparnya.

Ia menambahkan, jika risalah itu berisi bagaimana orang bersikap, anak kepada orang tuanya, orang tua kepada anaknya, suami kepada istrinya, istri kepada suaminya, maka mereka tidak akan pernah tahu bagaimana cara mereka bersikap terhadap orang lain.

"Maka terjadilah apa yang terjadi sebagaimana yang kita sudah membaca. Ayah membunuh bayi perempuan karena merasa bahwa bayi perempuan itu aib bagi dirinya. Timbul pertentangan antara satu kabilah dengan kabilah lain, hanya karena sentimen kesukuan. Kehidupan jahiliyah, mabuk-mabukan, perang tak pernah berhenti, kesyirikan, kemusyrikan, kekafiran, dan sebagainya. Jadi ini sangat penting," pungkasnya. [] Binti Muzayanah

Posting Komentar

0 Komentar