Umat Islam Punya Momen Konsolidasi dan Bertransformasi Menuju Perubahan


TintaSiyasi.com -- Pengamat Politik Islam dan Militer Dr. Riyan, M.Ag. mengatakan, umat Islam mempunyai momen konsolidasi dan bertransformasi menuju perubahan ketika Habib Rizieq Shihab dibebaskan. 

“Jadi, kalau kemudian kita lihat maka momen ini akan menjadi kesempatan bagi umat, begitu juga kesempatan bagi tokoh-tokoh umat untuk kemudian berkonsolidasi. Kemudian tetap mengartikulasi semua suara-suara kebenaran, suara-suara keadilan tadi dan tentu pada proses berikutnya adalah melakukan transformasi yang melakukan perubahan tadi,” katanya dalam Kajian Siyasi: Ada Apa Dibalik Pembebasan HRS? dalam kanal YouTube Ngaji Shubuh TV Episode 806, Senin (25/07/2022).

Menurutnya, ad dua poin yang menjadi catatannya. Poin pertama, kebebasan ini momen yang patut kemudian disyukuri. Kedua, ada hal yaitu tentang istilah politik harapan (politic of hope). Jadi, bukan politik ketakutan (offside politic).

Riyan mengingatkan, moments of hope diharapkan menjadi kesempatan bagi semua agar jangan sampai melupakan momen-momen yang penting ketika umat Islam mampu bersatu dalam satu suara ketika berada dalam komando HRS. Ia menambahkan contohnya, kalau itu dikaitkan dengan skala yang lebih luas, maka keberadaan Habib Rizieq Shihab dan juga para tokoh-tokoh yang lain, tentu saja itu tidak bisa dilepaskan dari spirit moment. Menurutnya, ada sebagian yang menyebutnya momen 212 itu adalah bentuk ukhuwah umat untuk melawan berbagai kezaliman.

Sebagaimana yang pernah biasa dialami umat Islam ketika haji. “Kalau saya ingin mengingatkan bahwa kalau haji ya itu puncaknya di Arofah, biasanya kalau tahun-tahun sebelum pandemi itu rata-rata 3 sampai 4 juta orang berkumpul. Pada saat yang sama, tahun ini kurang lebih hanya sekitar 1 juta jemaah haji. Nah, pada waktu momen 212 itu lebih saya kira dari 7 jutaan. Begitu untuk menggambarkan bahwa umat Islam itu mampu untuk kemudian menunjukkan jati dirinya,” terangnya.

Ia membayangkan, di masa yang akan datang kalau kemudian umat bersatu, karena kesadaran diikat oleh seluruh ayat-ayat Al-Qur'an sebagaimana juga hadis dan seterusnya. Bisa dibayangkan sebuah energi yang sangat luar biasa yang kemudian itu ditampilkan dengan elegan, dan damai.

“Saya ingin mengingatkan kembali bahwa umat ini punya potensi yang sangat luar biasa di dalam menyaksikan berbagai kezaliman jadi berbagai kezaliman-kezaliman ini sehingga kita berharap pada suatu titik kematangan umat ini akan terus ya berproses," tegasnya.

"Sehingga kemudian nanti akan menjadi sebuah harapan yang lebih besar lagi. Jadi, saya kira di titik inilah umat dengan kemudian seluruh elemennya itu benar-benar bisa kemudian berkonsolidasi dan kemudian tetap mengartikulasikan kebenaran dan tetap bertransformasi menuju suatu perubahan,” pungkasnya. []Sri Nova Sagita

Posting Komentar

0 Komentar