Prof. Suteki: Hukuman Berat dan Adil Harus Diterapkan pada Koruptor


TintaSiyasi.com -- Terkait kasus dugaan korupsi Mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming, Pakar Hukum dan Masyarakat, Prof. Dr. Suteki, S.H., M.Hum. meminta agar hukuman yang berat dan adil diterapkan kepada koruptor.

"Hukuman yang berat dan adil supaya diterapkan kepada siapa pun koruptor di negeri ini," tegasnya dalam segmen Tanya Profesor: Aliran Dana M. Maming, ke Parpol ataukah Ormas? di kanal YouTube Prof. Suteki, Senin (1/8/2022).  

Guru Besar Fakultas Hukum Undip ini mengungkapkan, jika Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak serius menuntaskan kasus ini, maka ke depan akan terus terjadi pengulangan tindak pidana korupsi sejenis. 

"Selain aliran dana diungkap terang serta menghukum pihak-pihak yang bekerja sama dalam kejahatan ini, sekaligus ada proses pemiskinan terhadap semua harta yang dipastikan hasil korupsi," imbuhnya.

Prof. Suteki berharap, conflict of interest khususnya antara KPK, PPATK, dengan Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) (ormas dan parpol di mana Mardani menjadi pengurus-red) harus dihilangkan untuk menuju penegakan hukum di bidang pemberantasan korupsi yang transparan, jujur, dan akuntabel. 

"Jika tidak dimulai sekarang, kapan lagi?" tanyanya.

Ia setuju jika PPATK membuka lebar-lebar aliran dana koruptor supaya equal juga untuk kasus-kasus yang melibatkan umat Islam, khususnya soal aliran dana yang diduga untuk terorisme, seperti isu aliran dana Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang juga dibuka oleh PPATK. 

Sementara, Prof. Suteki menyinggung, selama ini PPATK tidak banyak mengungkap secara tuntas larinya dana hasil korupsi seperti Harun Masiku, Yuliari Batubara, termasuk yang sekarang Mardani Maming. 

"Sebaiknya dibuka saja sehingga tahu ke mana aliran dana milyaran rupiah itu. Kalau tidak ada prestasi pekerjaan, apa pun uang tersebut harus ditarik kembali dan disetorkan kepada kas negara. Masih ingat kasus penyayi Rosa yg pernah terima uang dalam kasus DNA Pro?" pungkasnya. [] Puspita Satyawati

Posting Komentar

0 Komentar