Wahyudi Al-Maroky Angkat Bicara Soal Pemekaran Papua


TintaSiyasi.com -- Direktur Pamong Institute Wahyudi Al Maroky menilai pemekaran Papua sangat baik. "Dalam konteks pemerintahan sangat baik," ujarnya kepada TintaSiyasi.com, Ahad (31/7/2022).

Wahyudi menjelaskan, karena dengan dimekarkan itu rentang pengendalian pemerintahan jadi pendek, pelayanan pemerintahan jadi dekat kepada rakyat. Apalagi Papua sangat luas, tiga setengah lebih luas dari pulau Jawa. 

Katanya, Papua hanya diurus satu provinsi kala itu, pecah jadi dua provinsi dan itu jalan darat sangat minim, sehingga orbitasi untuk biaya-biaya transportasi sangat mahal. Karena harus menggunakan pesawat terbang dengan jumlah yang sedikit.

"Itu membuat Papua mengejar ketertinggalannya dengan daerah lain itu sangat sulit. Karena transportasi yang terbatas, biayanya sangat mahal. Pelayanan pemerintahannya jauh, jadi lebih lambat," beber Wahyudi.

Menurutnya, kalau dimekarkan rentan kendali pemerintahan jadi lebih pendek, jangkauan pelayanannya jadi lebih cepat. Biayanya juga lebih murah.

"Nah itu sampai hari ini, di Papua ada tunjangan Papua, tunjangan kemahalan itu. Karena biaya-biaya disana pasti lebih mahal dari biaya daerah lain," imbuh dia.

Aspek Politik

Wahyudi menilai, kalau aspek politik pemerintahan, tentu dari konteks pandangan kenegaraan itu lebih baik. Karena lebih variatif dengan otonomi daerah, dengan kebhinekaan lebih tersalur perbedaan-perbedaan. Variatif kesukuan, dinamika budaya bisa tumbuh bisa variatif. Sehingga dalam segi politik tentu lebih baik.

"Mungkin dari perspektif Papua sendiri itu sekolompok orang menganggap ini adalah memecah belah Papua juga ada pandangan seperti itu," ujar Wahyudi.

Lebih lanjut ia mengatakan, terutama mereka yang masih belum bisa menerima penggabungan diri ke republik Indonesia, ini dianggap secara politik memecah belah kalau dimekarkan itu. Tapi, bagi sudut pandang politik pemerintahan tentu itu sangat baik untuk pelayanan pemerintahan.

"Dalam konteks ini bisa jadi belum bisa mereka sepakati. Tapi kalau pembahasan sudah lebih jauh sekali. Pemekaran Papua ini bukan hal yang baru, dulu sudah diusulkan dan menjadi polemik," pungkasnya. [] Munamah

Posting Komentar

0 Komentar