Ahmad Khozinudin Apresiasi Perjuangan Ha-eR-eS


TintaSiyasi.com -- Ketua Koalisi Persaudaraab Advokasi Umat (KPAU) Ahmad Khozinudin, S.H. apresiasi perjuangan dakwah Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab (IBHRS)  merupakan teladan para pejuang dan pengemban dakwah Islam.

"Perjuangan dakwah IBHRS, merupakan teladan bagi para pejuang dan pengemban dakwah Islam," tuturnya dalam YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data yang bertajuk Perspektif PKAD: PB IBHRS dan Update Brigadir J, Wajah Hukum?! Kamis (21/7/2022).

Ia berpesan, kasus yang menimpa HBRS, mengajarkan pada umat untuk tidak peduli dengan risiko di penjara, tak perlu takut dengan rezim sebab kita berjuang untuk kebenaran, jadi kenapa harus takut dengan orang zalim.

"Justru, selama kita berjuang untuk agama Allah pasti ditolong oleh Allah Subhanu wa Taala, dan itu merupakan spirit," tegasnya.

Namun katanya, tentu umat harus berdoa untuk senantiasa dijaga Allah. Sehingga, tidak ada satu pun makhluk yang menyentuh agar kaum Muslim menjadi wali-wali Allah.

"Yang penting, umat Islam qanaah, tenang, dan tentram," katanya.

Ia menyebut, statement HBRS akan selalu membersamai umat dan tidak akan mengkhianati umat. Hal tersebut penting sekali, sebab umat punya pengalaman buruk di tahun 2019.

"Pada tahun 2019 ada seseorang yang berjanji akan timbul dan tenggelam bersama rakyat, tetapi akhirnya dia tenggelam bersama kekuasaan dan meninggalkan rakyat, hingga akhirnya dia tenggelam dengan sendirinya. Dulu, ia dikenal sebagai Macan Asia, tetapi sekarang tak lebih dari seekor kucing yang mengeong," ceritanya.

Menurut Bang Ahmad, statement dari IBHRS membesarkan batin umat yang sekarang sedang berjuang melawan kezaliman dan kebohongan-kebohongan. Artinya statement tersebut menjadi sebuah penegasan sebagaimana bahasa yang dikenal publik, yakni perjuangannya panjang umur.

"Saat ini, tampilan wajah hukum kita itu kriminalisasi, tebang pilih, dan pilih tebang," katanya.

Ia mengatakan, hal tersebut selalu terjadi manakala corak kebijakan politik hukumnya begitu.

"Politik hukumnya akan memanfaatkan kekuasaan untuk mengendalikan hukum dalam rangka melindungi kekuasaan atau memperpanjang kekuasaannya." tandasnya. [] Nurmilati

Posting Komentar

0 Komentar