PN Surabaya Sahkan Nikah Beda Agama, Ustaz Utsman: Ini Rangkaian dari Moderasi Agama


TintaSiyasi.com -- Pengasuh Daurah Kitab At-Tanbih Tasqif Pesantren Digital Ustaz Utsman Zahid as-Sidany menilai pengesagan nikah beda agama oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya merupakan rangkaian dari program moderasi agama. 

"Ini rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dari program moderasi agama (Islam)," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Rabu (29/6/2022). 

Ia mengatakan, hal itu juga bagian kampanye islamofobia yang sedang digencarkan di negeri ini. Sekaligus sebagai upaya mengukur dan menjajaki sejauh mana umat Islam masih peduli dan mau terikat dengan agamanya. 

"Karenanya, sebagai umat Islam, di mana dalam keyakinan Islam, segala sesuatu dan perbuatan dibatasi dan diatur dengan hukum Islam, kita wajib menolak sekularisme dan turunannya. Tidak hanya soal nikah beda agama. Ini hanya satu dari sekian problem yang lahir akibat sekularisme," tegasnya. 

Dia mengajak umat Islam harus melihat secara lebih dalam, Indonesia memang menganut sekularisme. Ia mengatakan dalam sekularisme, membatasi hubungan seorang laki-laki dengan seorang wanita adalah sesuatu yang dianggap tidak logis dan justru bertentangan dengan nilai-nilai sekularisme itu sendiri. 

"Sekali lagi, itu konsekuensi logis dari sekularisme yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini," tuturnya.

Dia mengatakan, di Indonesia memang ada undang-undang yang mengatur pernikahan beda agama bagi Umat Islam. Namun, belum ada larangan nikah beda agama, di luar undang-undang di lingkungan pengadilan agama. 

"Maka, wajar saja jika PN Surabaya, dan ini bukan kali pertama, mengesahkan pernikahan beda agama. Soal dalih agar tidak kumpul kebo, ini sebenarnya bukan alasan hukum," terangnya. 

Lebih lanjut Ustaz menjelaskan, di Indonesia memang ada larangan kumpul kebo, dalam artian seorang wanita atau laki-laki yang telah menikah atau memiliki pasangan sah, kemudian dia selingkuh. Itu yang dilarang. Namun, tidak ada sanksi tegas yang membuat jera. Adapun zina secara umum, belum ada larangan secara spesifik. 

Pandangan Islam 

Ustaz Utsman, sapaan akrabnya, memaparkan, Islam mengharamkan perempuan Muslimah menikah dengan laki-laki non-Muslim. Islam juga jelas mengharamkan laki-laki Muslim menikah dengan wanita non-Muslim, kecuali dari kalangan Ahli Kitab. 

Ia selanjutnya menjelaskan, yang dimaksud Ahli Kitab, menurut Mazhab Syafi'i, adalah wanita keturunan Bani Israil. "Dengan kata lain, dia dan semua leluhurnya adalah penganut Yahudi atau Nasrani, sejak sebelum diutusnya Nabi Muhammad," jelasnya. 

"Singkatnya, untuk konteks Indonesia, tidak ada Ahli Kitab yang sah dinikahi wanitanya (oleh laki-laki Muslim). Jika pernikahan beda agama tersebut terjadi tidak sesuai ketentuan di atas, maka itu bukan nikah, tetapi zina," pungkasnya. [] Binti Muzayyanah

Posting Komentar

0 Komentar