Remaja, Generasi Muda yang Harus Dijaga


TintaSiyasi.com -- Maraknya tindakan yang dilakukan remaja akhir-akhir ini menimbulkan kekhawatiran banyak pihak. Baru-baru ini viral aksi anak-anak remaja yang sangat berbahaya. Mereka nekat memberhentikan truk yang sedang melaju di jalan raya. Mengerikan!

Menurut AKP Abdul Jana, telah terjadi aksi anak-anak remaja menghadang truk sekitar pukul 11.30 WIB. di Jalan Otto Iskandardinata, Tangerang, menurutnya, akibat peristiwa tersebut, satu orang remaja tewas terlindas truk (Wartakotalive.com, 3/6/2022).

Pada hari Minggu pagi pukul 00.00-04.00 WIB. di daerah Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dalam sebuah video seorang anak remaja berdiri di tengah jalan dan menyetop truk secara mendadak (Otomania.com, 19/6/2022).

Polsek Walantaka, Serang Kota, menangkap 8 pelajar yang sering melakukan penghadangan truk di jalan tol Tangerang-Merak untuk konten di medsos. Kapolsek Walantaka Inspektur satu Fery Andriatna, mengatakan bahwa anak-anak remaja itu masih duduk di bangku SMP, yang kemudian mereka dikembalikan kepada orang tuanya masing-masing (Tempo.co, 18/6/2922).

Aksi-aksi yang dilakukan anak remaja ini sangat berbahaya, bukan hanya bagi pengguna jalan tetapi juga bagi dirinya sendiri. Alih-alih uji nyali tetapi akibatnya mengorbankan nyawa sendiri.

Pada masa-masa seperti ini, remaja seolah mencari jati diri. Mereka sangat rentan disusupi oleh pandangan-pandangan secara visual yang membawa pikiran mereka pada idealitas semu yang selalu menginginkan kesenangan semata atau hedonisme.

Berbagai macam kasus yang melanda negeri ini, mayoritas pelakunya adalah para remaja, mereka beraksi sebebas-bebasnya dan sepuas-puasnya. Pola hidup hedonis mengantarkan para remaja masuk pada kubangan kapitalisme, yang memaksa tunduk dan patuh pada nilai-nilai sekularisme dan liberalisme.

Liberalisme yang dianut saat ini, telah melahirkan kebebasan beragama, berpendapat, berperilaku، dan berkepemilikan. Akibatnya, semua orang termasuk remaja berhak berbuat apapun, tidak peduli orang lain terganggu dengan ulahnya.

Sekularisme yang memisahkan agama dengan kehidupan, menganggap agama hanya formalitas belaka, tidak ada strategi untuk menjadikan tuntunan agama dipahami kemudian diamalkan sehingga berpengaruh pada perilaku sehari-hari.

Budaya permisif yang berkembang, serba boleh dan hedonis memberikan pengaruh buruk pada pembinaan generasi, padahal remaja adalah generasi muda yang harus dijaga, karena merupakan aset negara yang berharga.

Ada baiknya jika nasehat Imam Ghazali ini ditujukan kepada generasi muda saat ini yang berada dalam buaian liberalisme, "Hiduplah sebagaimana maumu, tetapi ingat, bahwa engkau akan mati. Dan cintailah siapa yang engkau sukai, tetapi ingat, engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah seperti yang engkau kehendaki, tetapi ingat engkau pasti akan menerima balasannya nanti."

Dalam sejarah Islam, pemuda atau generasi muda digambarkan sebagai pendobrak kejumudan dan kejahiliahan. Seperti sosok Ibrahim as yang menjadi pemuda teladan sepanjang zaman, Shalahudin Al Ayubi yang membebaskan Al Quds dari pasukan salib dan Muhammad Al Fatih yang membebaskan konstantinopel dari cengkeraman kekaisaran Romawi. Dan masih banyak lagi generasi-generasi muda lainnya sebagai pendobrak peradaban.

Dalam Islam untuk memperbaiki sistem hidup yang mempengaruhi pemahaman dan perilaku generasi muda dibutuhkan peran dari berbagai unsur yaitu: sekolah, keluarga, masyarakat, dan negara. Keseluruhannya bertanggung jawab membentuk kepribadian yang dibangun di atas iman dan takwa.

Keluarga adalah institusi pertama yang melakukan pembinaan dan pendidikan terhadap generasi muda. Mereka dibimbing oleh orang tuanya dalam mengenal Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Dalam hadis riwayat Bukhari, Muslim, Malik, Ahmad, at Tirmidzi, Abu Dawud dan an-Nasa'i, Rasulullah SAW bersabda: "Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci. Ayah dan Ibunyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi."

Orangtua juga wajib mendidik anak-anaknya tentang perilaku atau adab yang benar sesuai ajaran Islam. Mereka diajarkan untuk memilih kata-kata yang baik, sopan-santun, kasih-sayang terhadap saudara dan orang lain. Dengan demikian, akan terbentuk generasi-generasi saleh dan terikat dengan aturan Islam. Dalam surat At Tahrim ayat 6, Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

Selain keluarga, masyarakat juga punya peranan dalam mempengaruhi baik-buruknya generasi muda, karena masyarakat terdiri dari sekumpulan pemikiran, perasaan dan peraturan yang sama, di saat masing-masing memandang betapa pentingnya pertumbuhan dan perkembangan generasi muda, maka masyarakat sepakat menjaga generasi muda dari pengaruh-pengaruh negatif.

Peran yang paling penting untuk menjaga generasi muda adalah ada pada negara, untuk membentuk kepribadian generasi muda yaitu melalui pemberlakuan sistem pendidikan yang berasaskan akidah Islam. Paradigma pendidikan ini harus berawal dari TK sampai perguruan tinggi, dan diharapkan nantinya akan menghasilkan peserta didik yang berkualitas juga berkepribadian Islam.

Negara juga wajib memiliki visi-misi pendidikan, menyediakan guru-guru handal, menerapkan kurikulum yang menjamin tercapainya generasi berkualitas dan menyediakan pendidikan bebas biaya agar setiap generasi muda bisa mengenyam pendidikan yang sama.

Selain itu, negara wajib mengontrol dan menindak tegas hal-hal yang merusak generasi, seperti media-media yang memberi pengaruh buruk dalam pendidikan dan pembinaan generasi muda.

Tetapi, peran negara seperti ini tidak bisa dilakukan dalam sistem kapitalisme saat ini. Hanya negara yang menerapkan Islam kaffahlah yang mampu melaksanakan strategi ini. Oleh karena itu untuk menjaga remaja sebagai generasi muda adalah dengan tatanan terbaik dari Sang Pencipta, Allah SWT. Hanya tatanan Islam dalam institusi Khilafah Islamiahlah yang mampu mencetak generasi-generasi cemerlang dan gemilang.

Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Iis Siti Maryam
Sahabat TintaSiyasi

Posting Komentar

0 Komentar