Penistaan Agama Melalui Miras


TintaSiyasi.com -- Indonesia kembali gempar. Munculnya promosi miras gratis untuk pengunjung yang bernama Muhammad - Maria yang dikeluarkan oleh @holywingsindonesia membuat kaum Muslim semakin dilecehkan. Padahal beberapa waktu lalu kaum Muslim juga dibuat geram dengan fakta pengibaran bendera lambang LGBT di Kedubes lnggris. 

Sebelumnya melalui akun Instagram @holywingsindonesia menyebarkan promosi pemberian minuman beralkohol secara gratis bagi pengunjung bernama Muhammad dan Maria pada Kamis 23 Juni, dengan syarat membawa kartu identitas. Promosi miras gratis bernama 'Muhammad-Maria' merupakan gagasan dari tim kreatif Holywings Indonesia mulai dari director hingga designer (Twitter/@eddyroso-Disway.id).

Motif promosi para tim kreatif membuat konten tersebut sebagai ajang promosi tempat usaha untuk menarik lebih banyak pengunjung. Promosi tersebut langsung ramai dibicarakan dan mendapat kecaman dari banyak pihak lantaran dianggap penistaan agama. Pada akhirnya postingan tersebut langsung dihapus oleh Holywings dan akun Instagram tersebut menyampaikan permintaan maaf melalui postingan terbaru.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit menyebut ada 6 orang yang tengah diperiksa. Keenam saksi tersebut merupakan tim kreatif Holywings Indonesia mulai dari director hingga designer.

Sayangnya pihak berwajib Polda Metro Jaya justru mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan dugaan penistaan agama oleh Holywings terkait unggahan promosi miras gratis bagi yang bernama ‘Muhammad dan Maria’. Padahal hal tersebut jelas terdapat unsur sara. Ini bentuk ketidakadilan. Mengapa? Karena jika realita yang terjadi adalah semisal ledakan bom atau lainnya, langsung dituding sebagai aksi terorisme dan kebanyakan menyasar kesucian lslam dan kaum Muslim.

Sudah cukup banyak rentetan fakta pelecehan terhadap lslam dan kaum Muslim. Dan sampai hari ini tidak ada ujungnya. Yang sangat membuat kita syok adalah rentetan kasus pelecehan lslam justru terjadi di negera Muslim terbesar dunia, lndonesia.

Padahal sejatinya jika pun tidak ada fakta promosi miras menyasar nama Muhammad- Maria, semestinya kita tetap mempermasalahkan keberadaan miras yang terus beredar. Yang secara agama jelas melarang, pun secara kesehatan banyak mendatangkan beragam mudharat.


Liberal-Sekuler Biang Kerusakan

Paham sekularisme yang berlandaskan pemisahan agama dari kehidupan terus merangsek ke tubuh umat lslam. Kontaminasi racun sekularisme di segala bidang sangat membahayakan akidah. Sebab moral dianggap sebagai masalah pribadi dengan Tuhannya.

Ketersediaan miras di negeri ini juga menjadi permasalahan tersendiri. Itu pasti akan terus terjadi, karena dalam pandangan ekonomi kapitalisme hal tersebut dianggap sebagai sarana pemuas kebutuhan manusia.

Belun lagi jika kita mengamati ideologi kapitalisme dalam memandang sistem ekonomi. Kita akan menemukan bahwa ekonomi dalam pandangan kapitalis adalah sistem yang membahas tentang kebutuhan-kebutuhan (needs) manusia beserta alat-alat pemuasnya (goods). Ekonomi mereka sesungguhnya hanya membahas aspek material dari kehidupan manusia. Ekonomi kapitalisme dibangun di atas tiga prinsip.

Pertama, problem kelangkaan relatif barang dan jasa yang berkaitan dengan kebutuhan manusia. Maksudnya adalah barang-barang dan jasa-jasa yang ada tidak mampu mencukupi kebutuhan kebutuhan manusia yang terus bermunculan dan beraneka ragam. Menurut mereka inilah problem ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat.

Kedua, nilai (value) suatu barang yang diproduksi. Inilah yang menjadi dasar penelitian ekonomi bahkan yang paling banyak dikaji.

Ketiga, harga (price) secara fungsi yang dimainkannya dalam produksi, konsumsi, dan distribusi. Harga adalah alat pengendali dalam sistem ekonomi kapitalisme.

Ekonomi kapitalisme memandang sesuatu itu memiliki nilai guna (utility) berdasarkan kacamata ekonomi, sekalipun persepsi umum menganggapnya tidak bermanfaat atau justru berbahaya.

Khamr dan candu misalnya, adalah sesuatu yang memiliki nilai guna dalam pandangan para kapitalis. Sebab benda tersebut masih diinginkan oleh sebagian orang. Atas dasar inilah para kapitalis itu memandang alat-alat pemuas kebutuhan tersebut, yakni barang dan jasa, bisa memenuhi kebutuhan manusia tanpa memperhatikan pandangan yang lain.

Dengan kata lain, Mereka memandang kebutuhan dan kegunaan apa adanya, bukan sebagaimana mestinya. Artinya mereka hanya memandang kegunaan itu dari segi kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan tidak lebih dari itu. Karena itu mereka memandang khamr ataupun miras sebagai barang yang memiliki nilai ekonomi karena bisa memuaskan kebutuhan seseorang. Mereka juga memandang industri khamr sebagai pemberi jasa yang juga memiliki nilai ekonomi karena bisa memuaskan kebutuhan individu.


lslam Tegas Melarang Khamr

Islam adalah risalah dengan seperangkat perkara yang harus diyakini atau aqidah dan seperangkat peraturan atau syariah yang harus diterapkan.

Allah SWT berfirman;

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ 

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung" (Qs Al- maidah {5}: 90).

Sementara maqosidu syariah adalah upaya untuk memperoleh kemashlahatan di setiap hukum syarak yang telah ditetapkan.

Khamr adalah setiap minuman yang memabukkan. Nabi SAW bersabda:

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ وَمَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِى الدُّنْيَا فَمَاتَ وَهُوَ يُدْمِنُهَا لَمْ يَتُبْ لَمْ يَشْرَبْهَا فِى الآخِرَةِ

Setiap yang memabukkan adalah khamr. Setiap yang memabukkan hukumnya haram. Siapa saja yang meminum khamr di dunia, lalu ia mati, sedangkan ia masih meminumnya dan belum bertobat, maka ia tidak akan meminumnya di akhirat (tidak akan masuk surga) (HR Muslim).

Khamr haram dikonsumsi meskipun sedikit jumlahnya, juga meskipun tidak memabukkan. Dalih sebagian orang yang menghalalkan khamr jika sedikit jumlahnya dan tidak memabukkan bertentangan dengan sabda Nabi SAW:

كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ

Setiap yang memabukkan adalah haram. Apa saja yang banyaknya membuat mabuk, maka sedikitnya pun adalah haram (HR Ahmad).

Bukan sekadar mengkonsumsi/meminum khamr. Syariah Islam juga mengharamkan sepuluh aktivitas yang berkaitan dengan khamr. Dalam suatu riwayat dinyatakan:

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص فِى اْلخَمْرِ عَشَرَةً: عَاصِرَهَا وَ مُعْتَصِرَهَا وَ شَارِبَهَا وَ حَامِلَهَا وَ اْلمَحْمُوْلَةَ اِلَيْهِ وَ سَاقِيَهَا وَ بَائِعَهَا وَ آكِلَ ثَمَنِهَا وَ اْلمُشْتَرِيَ لَهَا وَ اْلمُشْتَرَاةَ لَهُ

Rasulullah SAW telah melaknat tentang khamr sepuluh golongan: pemerasnya; yang minta diperaskan; peminumnya; pengantarnya, yang minta diantarkan khamr; penuangnya; penjualnya; yang menikmati harganya; pembelinya; dan yang minta dibelikan (HR at-Tirmidzi).

Berdasarkan hadis ini, seluruh aktivitas yang berkaitan dengan khamr adalah haram. Bar, kafe, restoran yang menjual khamr, profesi sebagai bartender, uang hasil penjualannya dan cukai dari minuman keras juga haram secara mutlak.

Syaikh Ali ash-Shabuni dalam Tafsir Ayat al-Ahkam Min Al-Qur’an mengatakan bahwa tidak pernah disebutkan sebab keharaman sesuatu melainkan dengan singkat. Namun, di sini (pengharaman khamr) disebut secara terang-terangan dan rinci. Allah SWT menyebut khamr (dan judi) bisa memunculkan permusuhan dan kebencian di antara orang beriman, memalingkan Mukmin dari mengingat Allah, melalaikan shalat. Allah SWT juga menyifati khamr dan judi dengan rijs[un] (kotor), perbuatan setan, dsb, yang mengisyaratkan munculnya kerusakan yang besar dan membahayakan badan.

Begitulah fakta dari kemadaratan yang ditimbulkan oleh miras bagi manusia. Miras tidak cuma merusak pribadi peminumnya, tetapi juga berpotensi menciptakan kerusakan pada orang lain. Mereka yang sudah tertutup akalnya oleh khamr/miras menjadi hilang kesadaran. Akibatnya, ia bisa bermusuhan dengan saudaranya, melakukan kekerasan, termasuk membunuh dan memperkosa. Pantas jika Nabi SAW menyebut khamr sebagai ummul khaba’its (induk dari segala kejahatan):

اَلْخَمْرُ أُمُّ الْفَوَاحِشِ، وَأَكْبَرُ الْكَبَائِرِ، مَنْ شَرِبَهَا وَقَعَ عَلَى أُمِّهِ، وَخَالَتِهِ، وَعَمَّتِهِ

Khamr adalah induk dari kekejian dan dosa yang paling besar. Siapa saja yang meminum khamr, ia bisa berzina dengan ibunya, saudari ibunya dan saudari ayahnya (HR ath-Thabrani).

Seorang Mukmin akan menerima ketetapan Allah SWT karena yakin pasti akan diberikan kebaikan dan keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Ia pun istiqamah melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya tanpa perlu memikirkan pandangan orang lain.

Sungguh ironi jika hukum Allah SWT yang semestinya diterima dengan penuh keimanan malah ditimbang dengan hawa nafsu manusia. Dicari celah untuk membatalkannya. Diperhitungkan apakah akan merugikan mereka secara materi ataukah tidak. Mereka lupa bahwa Allah SWT telah berjanji akan menolong hamba-hambaNya yang senantiasa taat berpegang pada hukum-hukum-Nya.

Dalam sistem Islam, pemerintah dan seluruh rakyat wajib mengacu pada syariah dalam menetapkan baik-buruk serta dalam menentukan boleh-tidaknya sesuatu beredar di tengah masyarakat. Bila sesuatu telah dinyatakan haram menurut syariah Islam, pasti ia akan menimbulkan bahaya (dharar) di tengah masyarakat. Miras/minol tentu termasuk di dalamnya.

Karena itu miras/minol harus dilarang secara total. Menolak larangan miras/minol secara total dengan alasan apapun, termasuk alasan bisnis/investasi, adalah tercela dan pasti mendatangkan azab Allah SWT.

Namun semua itu mustahil akan terwujud nyata dalam sistem kapitalisme-sekuler. Semua itu pasti hanya akan terwujud manakala syariat lslam diterapkan secara sempurna dalam naungan Khilafah lslamiah.

Wallahu a’lam bishshawab. []


Oleh: Dwi Suryaningsih
Aktivis Islam

Posting Komentar

0 Komentar