Astaghfirullah...! Aborsi Sampai Tujuh Kali?


TintaSiyasi.com -- Sobat, saat disebut kata perempuan atau ibu, apa ni yang ada di dalam benak sobat semua? Kalau saya sih terpikir bahwa perempuan atau ibu adalah sosok yang lebih dikenal sebagai orang yang berhati lembut. Penuh kasih sayang, peka atau perasa dan mudah tersentuh hatinya, terlebih terhadap anak-anaknya. Eh, katanya ini perempuan juga banyakan bapernya. Bener gak? 

Namun sayang nih sob, saat ini sifat tersebut tidaklah disandang oleh semua perempuan. Sudah dengar kabar yang akhir-akhir ini menjadi berita viral? Berita yang lagi-lagi bikin kita miris dan greget dengan kelakuan seorang pemudi yang tega mengaborsi janinnya sendiri hingga tujuh kali. Bahkan ia pun menyimpan janin hasil aborsinya dalam kotak makan selama 10 tahun sejak tahun 2012. Ya ampun, beneran tega ya sob? 

Namun, sepintar-pintarnya orang menyimpan bangkai pasti akan tercium juga baunya. Jadi gini nih, perbuatan tidak manusiawi ini dilakukan oleh NM (29) di wilayah Biringkanaya, Makasar, Sulawesi Selatan. Awalnya kejadian ini terbongkar saat NA sang ibu kos berniat hendak membersihkan kamar kos yang sudah beberapa bulan ditinggal pergi oleh NM. Nah, dari situlah NA mencium aroma tidak sedap di kamar NM, tepatnya dari bungkusan kardus. Karena curiga dan takut, NA pun akhirnya melapor kepada ketua RT setempat dan juga polisi untuk bersama-sama memeriksa isi kardus tersebut. Sontak semua yang ada di situ pun dibuat kaget saat melihat isi kardus tersebut adalah janin yang sudah meninggal. Yang membuat tak percaya lagi, janin itu bukan hanya satu, akan tetapi ada tujuh janin. Seperti diberitakan detiksulsel pada tanggal 12/06/2022.

Tak lama setelah kasus ini terungkap, polisi pun akhirnya menetapkan dua tersangka sob, yakni NM dan kekasihnya SM. Keduanya ditangkap pihak satuan Reskrim Polrestabes Makasar. Saat dimintai keterangan, NM mengaku malu karena hamil di luar nikah sehingga ia melakukan aborsi dengan dibantu pacarnya. Ia sengaja menyimpan janin yang telah diaborsi dan berniat menguburnya setelah sang kekasih menikahinya. Namun sayang, hingga sepuluh tahun mereka pacaran SM tak juga menikahinya. Itu mah bukan malu lagi ya sob, kalau memang masih punya rasa malu harusnya langsung menikah bukan pacaran terus kumpul kebo. Naudzubillah…ya sob. 

Eh tapi nih sob, berbicara masalah kasus aborsi, sebenarnya kasus aborsi yang dilakukan pasangan remaja yang hamil di luar nikah bukanlah kali ini saja menghebohkan. Sebelumnya sudah banyak loh kasus aborsi yang membuat hati kita miris. Remaja yang melakukan aborsi kemudian janinnya dibuang di tempat pembuangan sampah, remaja yang membuang janin aborsinya di teras musala, dan banyak lagi kasus lain ya sob. Bahkan menurut data, setiap tahun, tak kurang dari 56 juta kasus aborsi di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), tingkat aborsi mencapai 228 per 100 ribu angka kelahiran hidup. Astaghfirullah.

Mirisnya, jika kita tilik semua kasus ini ternyata akar masalahnya tak lain adalah pergaulan bebas di lingkungan remaja ini sob. Pergaulan bebas ini buah dari sistem yang masih saja dielu-elu di negeri ini, yakni sistem liberalisme. Sistem liberalisme inilah yang mengagung-agungkan kebebasan. Salah satunya kebebasan dalam pergaulan ini. Pergaulan dalam kehidupan sehari-hari dianggap sebagai kebebasan setiap individu. Jadi tidak boleh ada yang mengekang ataupun aturan yang melarangnya, termasuk aturan agama sekalipun. Berdua-duaan dengan yang bukan mahram, pacaran, hingga zina tidak lagi menjadi hal yang aneh. Bahkan ketika ada remaja yang tidak pacaran malah dibilang kurang pergaulan atau gak laku. 

Kemudian ditambah lagi kontrol masyarakat yang minim. Orang tua menganggap anaknya yang pacaran adalah hal yang wajar, bahkan ada yang malah bangga. Teguran dan nasihat dari tetangga ataupun teman pun juga kurang, karena sudah menganggap hal yang biasa tadi. Terus, yang paling buruk lagi, negara pun ikut abai. Tidak ada aturan yang mengatur pergaulan secara agama. Bahkan undang-undang yang dibikin pun seolah melegalkan zina, asal dilakukan tanpa paksaan atau consent. Jadi jika ada yang kumpul kebo atas dasar suka sama suka, tidak ada hukum yang bisa mempidana sob. Akibatnya, remaja bebas pacaran, zina, hamil, dan akhirnya janin yang tidak berdosa lah yang menjadi korban. Ya Allah. Bener-bener ngeri ya sob.

Padahal ya sob, kasus aborsi yang sudah bak jamur di musim penghujan ini bisa saja dicegah atau diberantas loh. Nah, caranya dengan menerapkan aturan yang tegas yang bisa membuat para pelaku jera. Aturan ini tidak lain adalah aturan Islam. Karena dalam Islam itu pergaulan saja diatur secara tegas. Pergaulan pria dan wanita adalah terpisah, kecuali dalam hal-hal tertentu yang diperbolehkan oleh syarak, misalnya dalam hal jual beli. Perempuan pun wajib menutup aurat di hadapan lelaki yang bukan mahramnya. Selain itu Islam juga melarang berkhalwat atau berdua-duaan dengan yang bukan mahram, ataupun mendekati zina. 

Di dalam Al-Qur'an surat Al Isra ayat 32, Allah secara tegas menegaskan, "Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk."

Nah, jika mendekati zina saja dilarang, apalagi berzina. Sehingga jika aturan pergaulan ini benar-benar diterapkan, kemudian dibarengi dengan katakwaan dalam diri individu, maka tidak akan ada zina ataupun kasus aborsi seperti yang marak terjadi saat ini. Ditambah dengan kontrol masyarakat yang melakukan amar makruf nahi munkar, sehingga masyarakat akan peduli dan tak segan menasihati jika melihat pergaulan yang melanggar hukum syarak ini. Namun, jika sudah ada kontrol masyarakat, tapi masih ada yang melanggar aturan, maka perlu sanksi yg tegas dari negara sebagai institusi yang menerapkan aturan ini. Aturan ini bukan dari akal pemikiran manusia seperti saat ini, tapi aturan yang sudah Allah SWT tetapkan. 

Di dalam Al Qur'an surat An-Nur ayat 2, Allah berfirman, “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama Allah.”

Rasulullah SAW juga pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah, ia menyatakan bahwa Rasulullah pernah merajam seorang pemuda bernama Ma’iz, “Bahwa seorang laki-laki berzina dengan perempuan. Nabi SAW memerintahkan untuk menjilidnya, kemudian ada kabar bahwa laki-laki itu telah menikah (muhsan), maka kemudian Rasulullah memerintahkan untuk merajamnya.”

Nah, jadi nih sob, di dalam Islam pezina yang belum menikah (ghairu muhsan) akan dijatuhi hukuman seratus cambukan dan diasingkan. Sementara bagi yang sudah menikah (muhsan) akan dirajam sampai meninggal.

Mengenai sanksi pengasingan, hal ini hukumnya bukan wajib melainkan boleh (jaiz). Keputusan ini nantinya akan diserahkan kepada kepala negara (khalifah). Khalifah bisa menjilid serta mengasingkan pelaku zina selama setahun. Atau bisa juga khalifah hanya menjilidnya saja tanpa mengasingkan pelaku. Akan tetapi, khalifah tidak boleh hanya mengasingkan pelaku perzinaan tanpa menjilidnya. Sebab jilid merupakan hukuman yang didasarkan pada Kitabullah.

Hal ini pernah juga disabdakan oleh Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Ubadah bin Shamit, “Ambillah dariku, ambillah dariku, sungguh Allah akan menjadikan jalan bagi mereka, jejaka dengan perawan yang berzina jilidlah sebanyak seratus kali dan diasingkan selama satu tahun.”

Nah, begitulah sob, Islam mengatur pergaulan pria dan wanita agar tidak terjadi pergaulan bebas yang akan mengantarkan pada tindak perzinaan. Ketiga pilar tersebut, yaitu ketakwaan individu, kontrol masyarakat, dan peran negara inilah yang akan menjamin keberhasilan penerapan syariat Islam. Bila tiga pilar itu berjalan dan berfungsi secara optimal, maka hukum Allah akan dengan mudah bisa kembali diterapkan di tengah-tengah masyarakat. Bukan hanya memberantas zina, tetapi memberantas semua permasalahan yang terjadi dari akarnya. 

Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Siti Waryanti 
Sahabat TintaSiyasi

Posting Komentar

0 Komentar