Negara Harus Bersikap Tegas terhadap Kaum Pelangi


TintaSiyasi.com -- Lagi-lagi media sosial dibuat ramai karena ulah Deddy Corbuzier yang mengundang pasangan gay yaitu Ragil Mahardika dan Frederik Vollert ke dalam podcast Youtubenya. Tentu publik dibuat geram dengan Deddy Corbuzier yang memberi ruang kepada kaum pelangi untuk mengekspresikan tingkah laku mereka. Ini benar-benar kampanye terselubung yang terorganisir. Dan yang paling mengecewakan adalah seolah penguasa hari ini tindak punya tindakan tegas atas kampanye ini.

Gay merupakan salah satu perilaku menyimpang di tengah masyarakat bahkan agama Islam sendiri melarang perbuatan ini. Tingkah kaum sodom ini bukan saja merusak generasi namun juga mengundang murak sang ilahi. Bayangkan jika publik tidak berkomentar di media sosial atas perilaku mereka di Youtube maka akan banyak generasi yang mengikuti jejak mereka. 

Kaum pelangi ini begitu meresahkan karena mereka adalah komunitas yang sengaja dibiarkan dirawat oleh kapitalisme sekuler mengingat mereka bergerak atas nama kebebasan berekspresi. Tidak hanya itu beberapa negara di dunia juga sudah membiarkan pernikahan sejenis seperti Belanda, Perancis, AS, Jerman, dan beberapa negara lainnya telah lebih dulu mengkampanyekan tentang kebolehan kaum sodom dalam menikah dan legal untuk bereksperesi. 

Dengan opini yang digaungkan secara Internasional ini membuat kaum sodom jadi leluasa berbicara di ruang publik. Tentu hal ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut karena ancaman penyakit HIV-AIDS menghantui warga dunia termasuk Indonesia. Tidak hanya itu atas nama HAM mereka berani menyuarakan idenya sementara di sisi lain opini yang justru baik seperti kemulian Islam dan kehormatan kaum Muslim terus dibungkam. Seolah ada sikap pilih kasih yang terus menerus dirawat.


Negara Harus Bertindak Tegas

Sudah selayaknya sebagai sebuah negara harusnya penguasa Indonesia tidak hanya tinggal diam bahkan tidak pantas bersembunyi di bawah ide kebebasan. Mengingat kelompok-kelompok Islam yang menyuarakan penerapan Islam kaffah terus dicurigai dan diberangus tapi di sisi lain kelompok seperti kaum pelangi ini justru dibiarkan. Di mana letak ketegasan negara dalam menjaga keberlangsungan umat manusia serta menjaga kesehatan masyarakat dari virus berbahaya dan mematikan seperti HIV-AIDS yang pasti dihasilkan dari pelaku sodom.


Islam Bertindak Tegas pada Pelaku Sodom

Perilaku kaum sodom ini tentu mengingatkan kita pada kaumnya Nabi Luth as, yang akhirnya dengan tindakan mereka Allah beri peringatan dengan azab pedih di dunia yaitu dijelaskan  dalam firman Allah SWT, “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi." (QS Huud : 82). 

Tentu peristiwa di masa lalu yang pernah terjadi pada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad menjadikan kita beriman termasuk peristiwa yang menimpa kaum Nabi Luth dan belajar atas kesalahan ini agar tidak mengulanginya kembali. Namun negara perlu mengantisipasi atas munculnya tindakan kaum sodom kembali di masa kini. Maka hanya negara Islamlah satu-satunya yang memiliki konsep tepat dalam penanganan kaum sodom ini. Islam dengan tegas memberikan hukuman mati bagi pelaku gay agar siapa pun warga masyarakat yang berniat melakukannya akan berfikir dua kali. Karena perlakuan kaum sodom ini akan mengundang azab Allah. Inilah tindakan pencegahan sejak dini. Selain itu menjauhkan generasi dari tayangan yang mengundang munculnya benih-benih kaum sodom.

Islam hadir untuk menyibukkan manusia akan ketaatan pada imannya kepada Allah dan rukun Iman yang lain juga. Karena di dalam Islam semua akan ada konsekuensi dan pertangungjawaban di hadapan Allah. Maka yang dibangun kelak ketika Islam menguasai dunia adalah suasana iman dan gambaran azab Allah yang pedih di hari kiamat tatkala melanggar aturannya. Serta tentu bagi yang membangun suasana iman dan taat pada Allah surga sebagai balasannya. []


Oleh: Susanti Widhi Astuti, S.Pd.
Guru

Posting Komentar

0 Komentar