Kaum Pelangi Unjuk Gigi Lagi! Islam Punya Solusi

TintaSiyasi.com -- Baru-baru ini seleb TikTok, Ragil Mahardika, membikin gempar jagad maya setelah dia tampil di podcast Deddy Corbuzier bersama pasangan gay-nya. Dia blak-blakan membicarakan mengenai orientasi seksualnya. Podcast yang dibuat ini tidak lain merupakan upaya mengkampanyekan kemaksiatan yang dilaknat oleh Allah SWT. Bagaimana tidak, di podcast tersebut, mereka dengan terang-terangan mengungkapkan bahwa mereka adalah pelaku L6BT, menikah dengan sesama jenis dan mereka bangga dengan hal itu bahkan menyampaikan tutorial bagaimana jadi gay di negeri ini.

Sungguh miris, berita tentang Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (L6BT) semakin hari kian memadati media massa, baik lokal maupun nasional bahkan sampai internasional.
 
Faktanya, setelah pengesahan UU TPKS dan Permendikbud PPKS no 30/2021, kewaspadaan kita semestinya semakin tinggi terhadap kampanye L6BT. Kedua regulasi di atas membuka pintu legalisasi perilaku L6BT, karenanya kampanye L6BT di media sebagaimana dilakukan oleh selebritas sebagai pelaku maupun pendukung L6BT harus ditentang keras. Terlebih, atas nama pengakuan terhadap kebebasan dan penciptaan lingkungan inklusif berbagai pihak (aktifis, korporasi/MNC, politisi dan lain-lain) condong mendukung L6BT.

Adanya ruang eksis bagi kaum menyimpang ini adalah akibat dari paham liberalisme yang dijamin oleh sistem kapitalisme. Sistem ini sendiri telah diterapkan hampir di seluruh negara di dunia, bahkan lembaga-lembaga internasional menyerukan dunia untuk menerima keberadaan kaum L6BT ini atas hak asasi manusia. Tak peduli apakah negeri Muslim ataukah bukan.

Padahal eksistensi L6BT hanya akan mengancam kehidupan masyarakat. Sebab, generasi tidak akan lahir dari hubungan sesama jenis. Perilaku menyimpang semacam L6BT ini jelas gagal menjaga dan melindungi keberlangsungan manusia, belum lagi perilaku mereka memicu munculnya penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS.

Eksistensi L6BT tidak akan lepas dari kehidupan umat manusia selama sistem kapitalisme masih diterapkan. Sistem ini berdasarkan sekularisme yakni memisahkan aturan agama dari kehidupan sehingga manusia membuat dan menetapkan aturan mengikuti hawa nafsunya. Karena itu solusi L6BT adalah dengan cara meninggalkan sistem kapitalisme liberal dan kembali kepada syariah Islam yang berasal dari Sang Maha Pencipta manusia.

Islam memandang bahwa ide dan perilaku L6BT jelas menyimpang, abnormal dan termasuk perilaku yang mendatangkan dosa. Oleh karenanya tidak boleh dilindungi oleh negara dengan dalih apapun.

Allah SWT menjelaskan bahwa tujuan penciptaan laki-laki dan perempuan adalah untuk keberlangsungan jenis manusia dengan segala martabat kemanusiaannya seperti dalam QS. An-Nisa ayat 1. Karena itulah hubungan seksualitas yang dibenarkan dalam Islam hanyalah yang ada dalam ikatan pernikahan yang sah secara syari.

Fenomena seperti ini hanya bisa dihentikan oleh peran tegas negara (khilafah) untuk menegaskan Islam sebagai standar benar dan salah bagi pemikiran, perilaku individu dan tatanan masyarakat.

Penerapan syariah Islam akan mencegah dan memberantas perilaku menyimpang seperti L6BT ini secara sistemis. 

Adapun langkah-langkah pencegahannya adalah sebagai berikut: 

Pertama, negara khilafah menanamkan iman dan takwa kepada seluruh anggota masyarakat agar menjauhi semua perilaku menyimpang dan maksiat.
Kedua, khilafah akan menyetop penyebaran segala bentuk pornografi dan pornoaksi baik yang dilakukan sesama jenis maupun berbeda jenis. Negara akan menyensor semua media yang mengajarkan dan menyebarkan pemikiran dan budaya rusak semisal L6BT ini.
Ketiga, negara akan menerapkan sistem ekonomi Islam yang menjamin keadilan dan kesejahteraan ekonomi rakyat sehingga tidak akan ada pelaku L6BT yang menjadikan alasan ekonomi karena miskin, lapar, kekurangan, dan lain-lain untuk meninggalkan perilaku menyimpangnya.
Keempat, jika masih ada yang melakukan, maka sistem hukum atau sanksi Islam akan menjadi benteng yang bisa melindungi masyarakat dari semua itu. Hal itu untuk memberikan efek jera bagi pelaku kriminal dan mencegah orang lain melakukan kejahatan serupa. Untuk pelaku gay atau homoseksual akan diberlakukan hukuman mati.

Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menjumpai orang yang melakukan perbuatan homoseksual seperti kelakuan kaum Nabi Luth maka bunuhlah pelaku dan objeknya" (HR Ahmad).

Demikianlah, negara sangat berperan besar dalam pemberantasan L6BT. Islam juga menetapkan tugas kepada kaum Muslim secara umum untuk menjalankan syariat Islam di keluarganya masing-masing. Para orang tua harus terus berusaha membentengi anak-anak mereka dari perilaku L6BT dengan penanaman akidah dan pembelajaran syariat Islam di keluarga. Islam juga memerintahkan kepada masyarakat untuk berkontribusi dalam pemberantasan L6BT ini dengan cara ikut terlibat secara aktif dalam dakwah, melakukan amar makruf nahi munkar ke masyarakat sekitar ketika ada kemungkaran oleh para pelaku L6BT ini, maka semua anggota masyarakat harus berusaha mencegah mengingatkan menegurnya bahkan ikut memberi sanksi sosial tidak mendiamkannya. Bukan malah memberi panggung untuk mengakui dan menyebarkan eksistensi mereka.

Dengan demikian, L6BT akan bisa dicegah dan dihentikan hanya oleh sistem Islam yakni khilafah. Dan kaum "pelangi" pun takkan berani lagi unjuk gigi dengan berbangga diri di tengah-tengah umat. 

Wallahu a'lam. []


Oleh: Radhiatur Rasyidah, S.Pd.I
Pemerhati Generasi dan Keluarga

Posting Komentar

0 Komentar