Kaum L98T Mengundang Azab


TintaSiyasi.com -- Hari ini sosial media viral dengan pasangan gay, yaitu Ragil Mahardika dan Fredik Vollert. Pasangan ini diundang oleh pesohor negeri kita yaitu Deddy Corbuzier dalam podcastnya di chanel youtube (inews.id, 11/05/2022). Akibatnya berbagai kecaman dilayangkan terhadap Deddy Corbuzier, hingga akhirnya video tersebut dihapus karena dinilai meresahkan masyarakat.

Semakin hari, kaum yang dijuluki dengan kaum pelangi ini atau sering pula disebut dengan kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) semakin menunjukkan eksistensinya di dunia. Bahkan mereka sudah berani melakukannya secara terang-terangan. 

Bahkan mereka menganggap hal tersebut merupakan hak asasi mereka, yang harus didukung oleh negara di dunia. Padahal sejatinya LGBT merupakan bentuk penyimpangan yang harus kita hindari karena dampak buruk yang ditimbulkannya sangat besar, baik dari sisi sosial, agama, maupun kesehatan.

Indonesia dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, dulu menganggap bahwa LGBT merupakan penyimpangan. Tapi sekarang dengan berbagai masuknya pemahaman Barat yang jauh dari Islam seperti liberalisme, sekularisme, kapitalisme dan lain-lain, terjadi pelonggaran terhadap kaum tersebut. 

Seolah menganggap hal tersebut merupakan hak asasi manusia yang harus didukung setiap orang dengan dalih menghormati perbedaan. Salah satu contohnya yang terjadi beberapa waktu lalu, kaum ini diberi panggung untuk menyampaikan paham-paham mereka yang jelas bertentangan dengan fitrah manusia. 

Jauh sebelum hari ini Allah sudah menerangkan dalam Al-Qur'an tentang kaum LGBT ini, yaitu mereka kaum Sodom atau kaum Nabi Luth as. Akhir dari kaum ini juga sangat tragis, yaitu ditimpakannya azab kepada mereka di dunia secara tiba-tiba akibat mereka tidak mendengarkan dakwah Nabi Luth AS.

Ini menegaskan bahwa perilaku kaum Sodom maupun kaum pelangi (kaum LGBT) yang kita kenal hari ini merupakan perilaku yang Allah murkai. Jika kita tidak meninggalkannya, maka siap-siaplah dengan azab yang akan datang menimpa kita secara tiba-tiba.

Berbeda dengan sekularisme, kapitalisme, dan liberalisme dalam menyikapi adanya kaum pelangi, di mana mereka diberi kelonggaran untuk menunjukkan eksistensinya walaupun sejatinya hal tersebut merupakan kerusakan.

Maka Islam dengan tegas melarang perilaku tersebut bahkan menutup celah munculnya kaum pelangi karena melanggar perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah telah mengutuk siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth, Allah telah mengutuk siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth, Allah telah mengutuk siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth.” (HR Ahmad, No. 3908).

Berdasarkan hadis tersebut, jelas menunjukkan kaharaman dari perilaku kaum pelangi tersebut. Maka negara dalam sistem Islam akan mencegah terjadinya perilaku menyimpang tersebut di tengah masyarakat. Aktivitas amar makruf dan nahi munkar juga digiatkan agar tidak terjadi pelanggaran terhadap hukum Allah di tengah masyarakat. 

Selain tindakan pencegahan, Islam juga memberikan sanksi yang tegas juga berat terhadap pelakunya yang secara terang-terangan melakukannya. Sanksi ini bisa diberikan untuk memberikan efek jera bagi pelaku dan orang lain agar tidak melakukan perbuatan tersebut.

Inilah pandangan Islam dalam menyikapi kaum pelangi yang mengundang azab Allah jika terus dibiarkan. Tidak akan membiarkan mereka tumbuh dan merusak masyarakat yang jelas bertentangan dengan fitrah manusia.

Jadi sudah saatnya kita kembali kepada Islam, menjadikan Islam sebagai pedoman kehidupan baik secara individu, bermasyarakat, maupun bernegara. Agar permasalahan umat hari ini seperti maraknya kaum pelangi bisa kita atasi sampai keakar-akarnya.

Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Sarinah A.
Pegiat Pena Banua

Posting Komentar

0 Komentar