Demi Uang, Keamanan dan Kenyamanan Tempat Rekreasi Terabaikan


TintaSiyasi.com -- Idul Fitri tahun ini masyarakat sudah leluasa melakukan aktivitas di ruang publik, bahkan yang hendak melakukan mudik lebaran jumlahnya sangat banyak dikarenakan pemerintah selama dua tahun melarang aktivitas mudik ataupun membatasi tempat rekreasi demi mencegah terjadinya kerumunan serta menjaga kekhawatiran bertambahnya kasus Covid-19. Namun, tidak untuk tahun ini karena aktivitas di ruang publik dan keramaian sudah diperbolehkan.  

Maka tidak heran jika warga masyarakat mengisi waktu libur lebaran mereka dengan mengunjungi tempat-tempat wisata ataupun tempat rekreasi. Karena libur panjang ini akhirnya banyak kita temukan pengunjung tempat wisata yang membludak. Tidak terkecuali Kenjaren Water Park Surabaya, Jawa Timur. Di tempat rekreasi ini baru-baru ini terjadi insiden yang mengejutkan pengunjung yang sedang menikmati liburannya, tiba-tiba perosotan yang sedang digunakan ambruk karena kelebihan muatan. Peristiwa ini terjadi pada sabtu 7 mei 2022.

Pihak pengelola mengklaim bahwa senantiasa melakukan perawatan dan pengecekkan. Karena overload yang naik, kita selama ini sudah melakukan perawatan. Kata perwakilan pengelola kenpark Surabaya, Bambang Irianto, Seperti dilansir detik.Jatim, sabtu (7/5 2022).


Kapitalis Mengabaikan Keselamatan

Pandemi memang belum usai namun karena pemerintah telah mengizinkan tempat rekreasi dan wisata sudah kembali dibuka maka inilah yang menjadi dasar masyarakat antusias berkunjung untuk melepas lelah dan mengisi libur panjang. Namun lagi-lagi karena standart kapitalis maka sudah pasti pengunjung yang banyak tentu menjadi kesempatan besar bagi pengelola bahkan negara sebagai pamasukan yang selama ini sudah dilarang berkerumun secara besar-besaran selama dua tahun.

Memang jika sudah terjadi peristiwa kecelakaan ini adalah kehendak Ilahi, namun ada hal- hal yang tentu perlu bijak untuk disikapi oleh pengelola dan negara agar tidak hanya mementingkan cuan. Keamanan dalam hal ini nyawa pengunjung harusnya menjadi prioritas walaupun tidak sampai memakan korban jiwa. Jika memang tempat wisata tersebut sudah punya standar batas pengunjung maka tidak diterima lagi untuk memasuki area rekreasi. Selain itu negara juga harus hadir memastikan kualitas tempat rekreasi yang aman untuk keselamatan warga negaranya. Bila perlu ada tim khusus yang senantiasa diutus pemerintah dalam melakukan pengecakan, jadi bukan hanya mengandalkan pihak pengelola saja. Tapi beginilah wajah kapitalisme hanya menyerahkan pengelolaan kepada swasta. Bila diserahkan standar swasta sebagai pemilik atau pengelola maka orientasi keuntungan akan mendominasi, mengalahkan pertimbangan keamanan apalagi kenyamanan. 


Islam Bertanggung Jawab atas Keselamatan Warganya

Berbeda halnya dengan Islam, Islam mewajibkan negara bertanggung jawab penuh atas keselamatan warga negaranya khususnya fasilitas rekreasi yang dibuka untuk publik. Maka negara dalam Islam punya standar jumlah pengunjung, serta peralatan yang akan digunakan dipastikan aman dan nyaman. Standar pengelolaan bukan diserahkan pada swasta. 

Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Susanti Widhi Astuti, S.Pd.
Guru

Posting Komentar

0 Komentar