Ketika L98T Menjamur ke Pelosok Negeri

TintaSiyasi.com -- Baru-baru ini kita dikejutkan dengan beredarnya video di sosial media yang menayangkan tari ular yang dilakukan oleh para waria. Sungguh ini sangat mengejutkan kita karena pertunjukan itu diadakan di Mandailing Natal, yang mana di daerah itu sangat memperhatikan norma agama. Tetapi sangat memprihatinkan mengapa hal ini bisa terjadi.

Berdasarkan pemberitaan Mandailingonline.com (28/01/2022), bahwa acara itu adalah acara ulang tahun saudari Rihanna yang diselenggarakan di restauran Dapoer Nenek pada tanggal 18/01/2022. Akibat kejadian ini menjadikan banyaknya pihak-pihak yang sangat menyayangkan semua itu dan menjadi prihatin dengan keadaan Mandailing Natal ke depannya. 

Sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Madina, Miswaruddin Daulay dalam rilis pers diterima MandailingOnline.com pada Jum’at (28/1/2022), dia mengatakan bahwa sangat takut, dengan kejadian ini akan mengundang murka Allah SWT. Semoga kita diberikan hidayah agar selalu menjaga diri dari hal-hal yang tidak baik. Karena tidak semua harus dijadikan objek politik. 

Sungguh sangat mengerikan sekali jika kita sampai menganggap kemaksiatan ini sebagai hal biasa dan lumrah. Sebab dengan menari dan mengundang syahwat saja itu telah bermaksiat. Ini lebih dari itu kita sampai menonton tarian para waria yang mana Allah sangat melaknat kaum ini. 

Kita telah mengetahui Allah hanya menciptakan laki-laki dan perempuan saja, tidak ada yang namanya transgender apalagi waria. Jadi, ketika kita menganggap ini sebagai hal biasa maka ini sangat mengundang murka Allah. Dan azab Allah sangatlah pedih ketika kita membiarkan kerusakan ini terjadi.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini terjadi karena kita ini menggunakan sistem kapitalisme dalam mengatur kehidupan kita, dalam sistem kapitalisme ini hanya mementingkan manfaat apa yang didapat ketika melakukan sesuatu. Dan sistem kapitalisme ini juga sangat menjunjung kebebasan individu, hedonis, dan liberalisme (pemisahan agama dari kehidupan). 

Jadi, jelaslah bahwa ketika keberadaan LGBT ini akan sangat dibiarkan selagi masih memberikan keuntungan kepada kapitalis. Karena perilaku manusia tidak akan diatur oleh sistem kapitalisme ini, manusia dibiarkan berekspresi sesuka hatinya, kita tidak bisa mengganggu mereka sebab ketika kita mengganggu kebebasan orang lain maka kita akan terkena jeratan hukum. 

Begitulah rusaknya sistem kapitalisme ini. Tetapi kita masih saja bertahan dengan sistem ini dan ikhlas menjalaninya tanpa ada perlawanan. Sungguh kita juga sudah termasuk manusia yang hina ketika membiarkan kemaksiatan merajalela dan bahkan menjadi penikmatnya. Nauzubillah minzalik.


Umat Butuh Sistem Islam Kaffah!

Untuk menyelesaikan persoalan yang sangat merusak ini, manusia butuh sistem yang berasal dari Allah, yaitu sistem Islam kaffah. Dengan diterapkannya sistem Islam kaffah maka kemaksiatan akan dibasmi habis-habisan sampai ke akar persoalannya. 

Dan masalah LGBT ini juga akan diselesaikan dengan pemberian sanksi yang akan membuat manusia jera untuk melakukannya. Serta jika kita hidup dalam sistem Islam kaffah maka keimanan kita akan terjaga sebab negara akan menjaga keimanan seseorang dengan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku maksiat. Negara juga akan diberikan fasilitas gratis kepada kita dalam menuntut ilmu, apalagi ilmu agama. Tidak akan ada kebohongan dan fitnah terhadap Islam sebagai agama yang berasal dari Allah. 

Maka, marilah kita berjuang untuk menegakkan kembali sistem Islam kaffah agar kita merasakan kehidupan yang rahmatan lil’alaamiin.

Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
(Aktivis Dakwah, Anggota Komunitas Majelis Taklim Islam Kaffah)

Posting Komentar

0 Komentar