Kerangkeng Manusia, Kelemahan Perlindungan Negara


TintaSiyasi.com -- Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin pada 19 Januari 2022 terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK, yang mana Terbit Rencana mengatur fee dari paket pengerjaan proyek infrastruktur yang dibuat sejak tahun 2020. Dari hasil penggeladahan , KPK menyita beberapa dokumen dan uang tunai sebesar Rp 2,1 milyar.

Selain terkena OTT, Bupati Langkat pun diduga melakukan kejahatan lain yaitu perbudakan orang. Hal ini diketahui berdasarkan laporan dari Perhimpunaan Indonesia untuk Buruh Migran Care. Migran Care melaporkan bahwa di dalam rumah kediaman Bupati Langkat tersebut terdapat 2 ruangan yang berkerangkeng, yang mana ruangan tersebut digunakan untuk menampung para pekerja sawit di ladangnya, setelah mereka bekerja selama 10 jam. Para pekerja itupun diduga hanya diberi makan dua kali sehari secara tidak layak, dan juga mengalami penyiksaan dan tidak diberi gaji.

Kerangkeng itu sudah ada sejak tahun 2012, dan laporan kepada Polisi bahwa tempat itu adalah tempat rehabilitasi narkoba. Namun dari pihak BNN menyatakan bahwa, tempat itu belum memenuhi persyaratan sebagai tempat rehabilitasi. Karena belum memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi, seperti perizinan, lokasi, pemilik serta pengelola tempat rehabilitasi itu.    

Perlindungan negara terhadap  para pekerja begitu abai saat ini, sehingga tidak sedikit para pekerja yang  diperlakukan tidak layak bahkan mengalami penyiksaan dan tidak mendapatkan upah pula. Bukankah  fakta ini seperti fenomena perbudakan di era modern? 

Padahal Islam memberikan pengaturan agar menyegerakan pemberian gaji kepada pekerja secara tepat waktu dan sesuai dengan beban kerja mereka. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

Dari  Abdullah bin Umar ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda: “Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya.” (HR Ibnu Majah dan at-Thabrani).

Begitulah Islam memberikan keadilan kepada semua manusia termasuk para pekerja. Jika ada yang melakukan kezaliman dalam aktivitas upah mengupah, negara akan memberikan sanksi yang tegas kepada mereka. 

Hanya saja pengaturan Islam akan bisa diterapkan jika sistem Islam dijadikan pondasi dalam seluruh aspek kehidupan. Jika tidak, maka keberadaan kerangkeng-kerangkeng manusia akan muncul silih berganti. []


Oleh: Fenti
Sahabat TintaSiyasi

Posting Komentar

0 Komentar