Awas Bahaya Perdagangan Kripto! Legal Tak Menjamin Halal

TintaSiyasi.com -- Crypto trading atau jual beli kripto mulai banyak dilirik sebagian kalangan dengan tujuan investasi maupun iming-iming kemudahan dalam meningkatkan kekayaan di tengah situasi pandemi. Salah satu alasannya adalah kripto telah legal dengan mengantongi ijin dari pemerintah.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo, tentang tujuan pengaturan jual beli aset kripto tersebut tidak lain untuk memberikan kepastian hukum terhadap pelaku usaha sekaligus pelanggan (konsumen) dalam ekosistem jual beli aset kripto.

Dasar hukum jual beli kripto di bursa berjangka juga sangat jelas. Antara lain terdiri dari UU No.10/2011 Tentang Perubahan Atas UU No. 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi; Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018 Tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset); Peraturan Kepala Bappebti Nomor 3 Tahun 2019; serta Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun 2019, Nomor 9 Tahun 2019, dan Nomor 2 Tahun 2020, yang seluruhnya mengatur tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

Namun sebelum masyarakat latah mengikuti dan terjun ke dalam jual beli kripto, ada baiknya memahami dari berbagai aspeknya. Karena yang legal di suatu negara tak menjamin hal tersebut halal.

Apa sebenarnya perbedaan kripto dengan binomo atau binary option? Dikutip dari akurat.co, mengenai perbedaan antara crypto trading dengan binary option, ringkasnya sebagai berikut:

Pertama, Crypto trading adalah kegiatan jual beli cryptocurrency dalam waktu pendek dengan tujuan mendapatkan keuntungan maksimal. Sebenarnya, cryptocurrency sendiri hadir karena terdapat blockchain dan pasar mata uang digital di masyarakat. Beberapa jenis cryptocurrency yang sangat terkenal hingga sekarang adalah bitcoin, ethereum, dodge, dan lain-lain. Nilainya bisa mencapai puluhan sampai ratusan juta rupiah.

Setiap pedagang akan melakukan kegiatan jual beli aset kripto yang mereka miliki. Tapi, harus digaris bawahi bersama bahwa kripto mempunyai tingkat volatilitas yang sangat tinggi, sehingga resiko aset investasinya pun semakin besar. Selain itu pasarnya akan selalu buka 7 x 24 jam. Sehingga para pedagang harus selalu memantau bahkan di jam tidur pun. Karena nilai aset yang terdapat pada kripto akan terus berubah-ubah tanpa memperdulikan waktu dan juga jam. Tentunya hal ini berbeda dengan pasar saham yang hanya akan dibuka saat jam kerja saja dan akan tutup di hari libur dan di tanggal merah.

Kedua, binomo atau binary option merupakan salah satu instrumen jual beli online. Cara kerja jual beli online ini, pedagang diharuskan untuk memprediksi atau menebak harga suatu aset akan bergerak naik atau turun dalam jangka waktu tertentu.

Pedagang dapat memilih aset yang diperjualbelikan, umumnya berupa mata uang, indeks saham, kripto, hingga komoditas. Jika sudah menentukan aset yang diperjualbelikan, selanjutnya pedagang harus mempertaruhkan sebagian modal yang ia miliki untuk mendapatkan keuntungan.

Umumnya, pedagang akan mendapatkan keuntungan sebesar 60-90 persen jika tebakan mereka benar. Namun, jika tebakan mereka salah, semua modal yang dipertaruhkan dalam satu transaksi tersebut akan hilang.

Bambang Soesatyo menjelaskan, selain judi online, kasus binomo juga masuk dalam skema ponzi. Yakni modus investasi palsu yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Padahal jika dicermati, keuntungan yang didapatkan investor bukan dari keuntungan bisnis yang ditawarkan, melainkan dari setoran investor berikutnya.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan menegaskan aktivitas binary option yang merupakan situs judi online berkedok jual beli komoditas adalah kegiatan ilegal yang dilarang oleh Undang-undang (UU) Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) Nomor 10 Tahun 2011. Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan, untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah memblokir 1.222 situs web perdagangan berjangka komoditi ilegal termasuk permainan judi berkedok perdagangan atau binary option hingga akhir 2021. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat perlindungan terhadap masyarakat dari bahaya investasi ilegal yang merugikan.

Selanjutnya, jika binomo termasuk ilegal kemudian kripto legal oleh perundang-undangan. Apakah kemudian manusia boleh menginvestasikan kekayaannya pada kripto dengan alasan legal dan bahkan halal karena bukan judi. Benarkah?

Pada faktanya kripto atau uang digital atau yang paling terkenal salah satunya adalah bitcoin bukan mata uang sebagaimana mata uang yang disetujui Nabi Muhammad SAW, yaitu dinar dan dirham.

Pada dinar dan dirham terdapat tiga sebab yang ia penuhi sebagai syarat mata uang. Pertama, terpenuhinya 'illat moneter, yakni sebagai harga dan upah atau standar untuk barang dan jasa. Kedua, dinar dan dirham dikeluarkan oleh otoritas yang diketahui. Ketiga, tersebar luas di tengah-tengah masyarakat.

Sebaliknya uang digital seperti bitcoin maupun kripto lainnya tidak memenuhinya. Baik sebagai standar barang dan jasa, otoritas yang mengeluarkan bitcoin ataupun uang digital kripto lainnya tidak jelas (majhul). Terakhir bitcoin juga tidak tersebar luas di masyarakat, hanya untuk kalangan tertentu.

Karena ketidakjelasan otoritas yang  mengeluarkannya, tidak ada pihak yang menjaminnya. Maka penggunaan uang digital seperti Bitcoin, Rapple, dan lain-lain jelas tidak boleh, baik sebagai alat tukar, maupun sebagai komoditas. Bahkan berpotensi menipu, gambling atau tidak jelas hingga merampok uang rakyat.

Dengan kata lain, baik secara akad pertukaran mata uang maupun jual-beli komoditas, kripto atupun bitcoin tidak dibolehkan. Awas jangan sampai terjebak, yang legal di negara tak menjamin halal. Dan negara harusnya melegalkan apa -apa yang dihalalkan Allah SWT dan Rasul-Nya.
Walllahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Heni Trinawati, S.Si.
Analis Mutiara Umat Institute

Posting Komentar

0 Komentar