UIY: Tidak Ada Kebatilan Bertahan Selamanya


TintaSiyasi.com -- Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto mengatakan bahwa tidak pernah ada kebatilan yang bertakan selama-lamanya. 

"Tidak pernah ada kebatilan, keangkaramurkaan yang bertahan selama-lamanya, tidak pernah ada. Hitler tumbang, Mussolini tumbang, Lenin Stalin tumbang, Mao Zedong tumbang," tuturnya dalam Belajar dari Fir'aun Sistem Diktator Sekuat Apapun Pasti Tumbang, di YouTube UIY Official, Jum'at, (07/01/2022). 

Ustaz Ismail mengatakan, yang tetap tegak adalah kebenaran, meskipun pada akhirnya semuanya juga akan binasa. "Kullu Syai'in Haalikun Illaa Wajhah" setiap segala sesuatu akan punah, tetapi punah di dalam keridaan berbeda dengan punah di dalam laknat dan amarah Allah SWT. 

Karena itulah kita tidak boleh mundur dari perjuangan setampak lemah apapun kenyataan yang ada pada diri kita dan tampak sekuat apapun lawan kita. 

"Insya Allah  dengan sikap istiqomah dan pertolongan Allah SWT kemenangan akan bisa diraih dan kebatilan akan dihancurkan," terangnya. 

Ustaz Ismail melanjutkan, di dalam dakwah kadang para pengemban dakwah menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, gangguan dan rintangan (ATHGR) yang luar biasa. Sedemikian kuatnya ATHGR itu kadang membuat pengemban dakwah seolah-olah tidak berdaya dan tidak punya masa depan. 

"Bahkan mungkin sebagiannya merasa bahwa sangat kecil kemungkinan bisa meraih kemenangan dan keberhasilan," tegasnya. 

Lebih jauh Ustaz Ismail menasihati para pengemban dakwah untuk mencermati apa yang dialami Nabiullah Musa AS ketika berhadapan dengan Fir'aun. Fir'aun adalah prototipe penguasa yang sangat zalim, sedemikian zalimnya sampai dia menyatakan diri sebagai Tuhan. "Ana Robbukumul A'laa". 

"Apa yang ada pada Musa menunjukkan betapa bahwa perjuangan itu tidak boleh berhenti melawan keangkaramurkaan, melawan kezaliman, melawan kebatilan," bebernya. 

Dalam nasihatnya Ustaz Ismail melanjutkan, selemah apapun dalam berdakwah, para pendakwah tidak boleh berhenti. Walaupun sampai pada titik yang hampir-hampir tak punya daya sama sekali. Sebagaimana yang dialami oleh Nabi Musa AS. 

Ia melanjutkan, apa yang Nabi Musa punya, hampir tidak ada. Jika Musa dalam usaha untuk menyelamatkan diri dari serangan Fir'aun dan pasukannya. Dihadapannya adalah Laut Merah yang sangat dalam. Kalau Nabi Musa mundur, dia akan semakin dekat dengan Fir'aun. 

"Apakah kemudian Nabi Musa mundur dari perjuangan itu? Tidak," tegasnya. 

Ustaz Ismail menambahkan, di titik yang sangat menentukan itulah sebagai seorang pengemban dakwah harus yakin Laa Haula Wa Quwwata Illa Billah tidak ada daya dan kekuatan kecuali daya dan kekuatan Allah SWT. 

Allah dengan Maha Kuasa-Nya memberikan pertolongan kepada Nabi Musa AS. 

"Laut yang tampak begitu luar biasa membelah, memberikan jalan selamat kepada Nabi Musa dan sekaligus membawa jalan kehancuran bagi Fir'aun," ungkapnya. 

Ustaz Ismail menghimbau, kepada para pengemban dakwah yang budiman bahwa sama sekali tidak boleh ada pada diri pengemban dakwah itu rasa putus asa, pesimisme. 

"Karena setiap keangkaramurkaan itu pasti akan binasa," pungkasnya.[] Faizah

Posting Komentar

0 Komentar