Terkait Pernyataan Ferdinand Hutahaean, Ahmad Khozinudin: Sangat Menistakan Allah SWT


TintaSiyasi.com -- Tanggapi Pernyataan Ferdinand Hutahaean yang menyatakan "kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela", Advokad dan Sastrawan Politik Ahmad Khozinudin menyatakan hal tersebut sangat menistakan Allah SWT. 

"Pernyataan Ferdinand ini sangat menistakan Allah SWT, Tuhan alam semesta, Tuhan manusia dan Tuhan kehidupan," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Rabu (5/1/2022). 

Dia menilai, pernyataan Ferdinand itu telah offside, memasuki ranah keyakinan umat Islam. Hal itu termasuk mengolok-olok doktrin atau ajaran Islam, tentang perintah membela Allah SWT, membela agama Islam, sekaligus menganggap Allah Tuhan yang lemah yang perlu dibela. 

"Luar biasa lancang dan menjijikkan mulut orang ini. Dia, secara vulgar, terbuka telah menghina dan melecehkan Allah SWT Rabb semesta alam, Tuhan kehidupan, Tuhan manusia, Tuhan seluruh umatnya," ujarnya. 

Ahmad menjelaskan bahwa dalam Islam, memang ada doktrin seruan membela Allah SWT, membela agama Islam, seperti firman Allah SWT yang menyatakan : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." [QS : Muhammad Ayat 7] 

"Ayat ini memerintahkan umat Islam membela Allah SWT, membela agama Islam," ujarnya.

Dia menghimbau kepada aparat penegak hukum untuk segera menangkap dan memproses hukum Ferdinan Hutahaean dengan pasal 156a KUHP tentang penistaan agama. 

"Segera proses hukum Ferdinand, sebab, jika tidak, kasus ini akan memicu disintegrasi sosial dan disharmoni," tegasnya. 

Dia mengimbau kepada umat Islam untuk tidak berdiam diri terhadap pernyataan (kasus) Ferdinand Hutahaean itu. Karena secara terbuka Ferdinand telah menghina Tuhan, agama Islam, yang diyakini dan jaga kesuciannya. 

Lebih lanjut, Ahmad, mengimbau kepada umat kristiani agar tetap tenang karena kasus itu bukan urusan umat Islam dengan umat Kristen, tapi urusan umat Islam dengan Ferdinand Hutahaean. 

"Kami selalu menghormati keyakinan agama lain. Konsep beragama kami adalah 'Lakum Dinukum Waliyadin'. Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar