Sekjen IKAPPI Nilai Pemerintah Tidak Serius Menstabilkan Harga Minyak Goreng


TintaSiyasi.com -- Menanggapi sistem satu harga pada minyak goreng, Sekretaris jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pedagang Perdagangan Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan mengatakan, pemerintah tidak serius menstabilkan harga. 

"Ada ketidakseriusan pemerintah untuk menstabilkan harga," terangnya dalam Insight ke-132 Pusat Kajian dan Analisis Data: Mak Dibikin Geleng-geleng oleh Minyak Goreng, Rabu (26/1/2022) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data.

Sangat menarik khususnya para ibu untuk mengatur keuangan agar mampu membeli minyak goreng dengan harga yang selangit, katanya. "Pergantian tahun komunitas pangan mulai naik, permintaan tinggi, harga akan naik," kata Reynaldi. Ia mengamati setiap tahun baru banyak harga-harga kebutuhan pangan yang naik.

"Pemerintah tidak bisa melakukan maping," komentar Reynaldi melihat distribusi komoditas yang surplus di daerah tertentu, namun kurang di daerah lain. 

"Seharusnya ada subsidi silang," imbuhnya. Menurutnya, pemerintah belum mampu mengintervensi para pengusaha, sehingga mampu mengendalikan pasar. Selain itu, juga distribusi yang terlalu panjang sebelum masuk ke pedagang pasar berakibat harga juga naik.

"Hal ini karena tiap tahun selalu terjadi lonjakan harga. Seharusnya, pemerintah menjaga dan saling mengontrol," harapnya. Ia berharap ke depannya IKAPPI dilibatkan dalam koordinasi penentuan harga di pasar, sehingga dapat menyiapkan infrastruktur pada akhirnya mekanisme pasar berjalan dengan lancar.[] HN

Posting Komentar

0 Komentar