Terkait Moderasi Beragama, Ustazah Ratu Erma: Kita Minimal Mengaruskan Islam Kaffah


TintaSiyasi.com – Terkait proyek moderasi beragama yang makin gencar dikampanyekan di Indonesia, Intelektual Muslimah Ustazah Ratu Erma Rachmayanti menuturkan, umat Islam minimal mengaruskan Islam kaffah. 

“Respons kita minimal mengaruskan Islam kaffah. Kemudian kita juga harus memiliki mawas diri yang sangat kuat,” tuturnya dalam Risalah Akhir Tahun: Moderasi Bukan Solusi, Islam Kaffah Solusi Hakiki, Ahad (26/12/2021) via Zoom Meeting. 

Ia mengatakan, umat harus sadar bahwa umat Islam Indonesia sehari-harinya dipantau melalui lembaga think tank Research ANd Development (RAND) Corporation. Ia melihat, Barat mengamati tingkah polah kaum Muslim hari ini. Tidak kurang 1000 orang meneliti kehidupan umat Islam diberbagai negara. 

“Kita harus sadar bahwa umat Islam Indonesia itu sehari-harinya dipantau bagaimana Barat melihat tingkah polah kita hari ini mereka mau apa, mau ngapain bagaimana umat Islamnya? Persis kita tau itu dari mereka Rand Corporation itu kurang dari 1000 orang yang meneliti kehidupan umat Islam diberbagai negara,” tegasnya. 

Oleh karena itu, ia mengimbau umat Islam harus jeli, serta mengikuti terus perkembangan yang dimaksud dengan Islam moderat. 

“Kalau mereka meneliti pemikiran, kita juga harus meneliti apa sih Islam moderat atau moderasi beragama. (Umat Islam) harus jeli tidak sebagai mana yang mereka katakan apalagi sekarang begini: Enggak kok sekarang kita Islam moderat kayak dulu kok tapi washatiah kita juga mengartikan umat washatan yang adil, umat yang luhur, umat yang maju,” ungkapnya. 

Ia mengatakan, Barat sangat berjuang keras mengkampanyekan moderasi beragama. Ia melihat, mereka bermain mulus, yakni dengan menggaet semua elemen Muslim, baik itu ulama, intelektual Muslim, kaum muda, dan jurnalisnya. 

“Supaya kalau ulama Muslim bicara atau intelektual Muslim berbicara dan berbasis kepada data dan nash umat Islam itu oh iya ya itu ada dalam ajaran Islam, berarti kita harus jeli,” imbuhnya. 

Ia menjelaskan, umat Islam harus mengikuti perkembangan politik Barat. Setidaknya jika ingin seimbang, ia menjelaskan, maka umat Islam harus memahamkan ustazah, mubaligah, jurnalis mengerahkan semua potensinya untuk sama-sama melawan moderasi beragama dengan pengarus utamaan Islam kaffah. 

“Kalau dulu kita menolak liberal dan sesungguhnya wajah, isinya kontenya sama saja dengan moderat dengan pemikiran liberal,” pungkasnya.[] Alfia Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar