Ngaji Budaya Melukai Akidah Umat Islam


TintaSiyasi.com -- Sabtu malam, 22 Januari 2022, depan Balai Kota Malang diramaikan para tokoh lintas agama, budayawan, seniman, juga para birokrat kota Malang. Rangkaian orasi dan doa lintas agama dilakukan dalam gelaran Ngaji Budaya bertajuk 1000 Sajen dan Dupa. Jelas sekali pengemasan gelaran ini sejalan dengan pengarustamaan moderasi beragama oleh Kementerian Agama. Bahkan dalam RPJMN 2020-2024 tertuang pembangunan SDM melalui pembangunan karakter moderat dalam beragama. Setidaknya ada 4 perilaku moderat yang diharapkan, di antaranya cinta tanah air, punya toleransi tinggi, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal.

Sejatinya, dalam Islam tidak dikenal istilah moderat. Jika moderat berdalih tafsir dari wasathiyah dalam surat Al-Baqarah, tidaklah tepat. Wasath bermakna adil, tidak kemudian bermakna membenarkan bahkan mengikuti ritual agama lain sebagai bentuk toleransi.

Tentang sajen, menurut KBBI, yaitu makanan yang disukai masyarakat dan benda lain seperti bunga dan dupa yang dipersembahkan dalam upacara keagamaan dengan tujuan berkomunikasi dengan kekuatan ghaib. Dalam Islam secara tegas Rasulullah SAW bersabda:

لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ

Allah melaknat seseorang yang menyembelih untuk selain Allah.” (HR. Muslim).

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung." (QS. Al-Maidah: 90).

Dari dua dalil tersebut jelas bahwa Ngaji Budaya bertajuk 1000 Sajen dan Dupa tidaklah termasuk dalam ibadah yang disyariatkan dalam Islam. Lebih dari itu, bahkan laknat Allah akan ditimpakan, sehingga diperintahkan untuk orang-orang yang beriman yakni beraqidah Islam, menjauhi perbuaran tersebut bukan malah menggelar. Dalil-dalil yang lain yang menunjukkan bahwa kita harus teguh dengan akidah Islam sangatlah banyak, seperti dalam surat Al-Kaafirun dan Al-Kahfi ayat 110. Walhasil semakin menguatkan bahwa Ngaji Budaya melukai akidah kita sebagai Muslim. []


Oleh: Naila Dhofarina Noor S.Pd
Sahabat TintaSiyasi

Posting Komentar

0 Komentar