Muhammad Kurniawan Nilai Ada Bias Terlihat dalam Makna Indeks Kebahagiaan Indonesia


TintaSiyasi.com -- Menanggapi hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) terkait indeks kebahagiaan, SesRed Pamong Institute Muhammad Kurniawan, M. Sc. mengatakan, ada bias makna kebahagiaan dalam survei dalam menilai keberhasilan pembangunan suatu negara.

"Bias itu bisa terlihat dari keraguan terhadap indeks kebahagiaan yang terjadi baik di negara kita maupun di dunia internasional, seperti negara-negara yang terkategori bahagia yang kebanyakan dihuni oleh negara-negara Eropa, Skandinavia, bahkan Israel, AS (Amerika Serikat) dan Australia," tuturnya dalam Insight ke-122 Pusat Kajian Analisa Data (PKAD): Cek! Indeks Kebahagiaan Warga Indonesia, Hasilnya? Senin (3/01/22) di YouTube Pusat Kajian dan Analisa Data. 

Padahal menurutnya, seperti Israel, AS dan Australia kalau dilihat dari kebijakannya malah membebaskan LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), melegalkan miras (minuman keras) juga melakukan penjajahan terhadap negara dunia ketiga, sehingga menghasilkan kerusakan. Lalu, ia mempertanyakan, apakah hal seperti ini bisa dikatakan sebagai sumber kebahagiaan? 

"Saya coba mengutip dari sebuah artikel yang pernah ditulis di Hutington post yang mengkritik predikat yang didapatkan oleh negara-negara barat tersebut, di artikel ini disebutkan bahwa seharusnya angka-angka yang menunjukkan suatu negara itu bahagia disandingkan dengan angka-angka lainnya," lanjutnya.

Ia melanjutkan, angka-angka yang disandingkan itu misalnya seberapa besar tingkat bunuh diri, perceraian, kriminalitas di negara-negara barat tersebut, sehingga dengan itu akan menunjukkan secara real (nyata), apakah suatu penduduk satu negara itu benar-benar bahagia atau tidak. 

"Nah, hasil kesadaran akan bias ini yang seharusnya dimiliki oleh para pengambil kebijakan, agar tidak mudah membuat kebijakan baru yang justru melanggengkan hal-hal yang salah tadi," tegasnya. 

Di akhir pernyataannya Muhammad Kurniawan menyampaikan bahwa hal itu bisa terjadi karena tidak lepas dari cara pandang negara yang melandasi dalam membuat sebuah kebijakan publik, maka peran negara sangat penting dalam mendidik rakyat dan bertanggung jawab atas kesejahteraannya.[] Hanif/Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar