K.H. Ahmad Fadholi Nyatakan Penista Agama Pantas Diberi Sanksi


TintaSiyasi.com -- Mudir Ponpes Nahdlatul Muslimat (NDM) Surakarta K. H. Ahmad Fadholi menegaskan, penista agama pantas diberi sanksi. "Kalau konteksnya mengolok-olok tentunya pantas diberi sanksi, pantas diberi hukuman," tuturnya dalam Dialogika Peradaban Islam: Offside Ferdinan Akankah Dibui? Sabtu (8/1/2022) di YouTube Peradaban Islam ID.

Dia menjelaskan bahwa siapapun itu, baik ulama, kiai, ustaz ataupun mualaf, jika mengolok-olok maka pantas diberi sanksi. 

"Jadi tidak berlindung di balik mualaf. Jadi konteksnya dia itu adalah istihza'. Istihza' itu mengolok-olok. Jadi tidak ada kaitannya sama dia mualaf atau ustaz, begitu," tegasnya. 

Dia menjelaskan bahwa Ferdinan telah menunjukkan perkataan yang mengolok-olok, menganggap Tuhan lemah, padahal jelas Tuhan mempunyai sifat kesempuarnaan. 

"Dia menisbatkan lemah, tidak berdaya kepada Tuhan itu adalah menisbatkan kekurangan pada Tuhan," ujarnya. 

Dia melanjutkan bahwa apa yang dimaksud Ferdinan jelas mengarah kepada aksi-aksi pembelaan terhadap agama Allah. 

"Maka apa yang dimaksud oleh Ferdinan dengan 'Tuhan kalian yang lemah, perlu dibela' dan sebagainya itu kita tahu maksudnya. Yaitu apa? Ya terkait beberapa aksi menolong agama Allah, menolong Allah. Dan dia tahu pasti yang dimaksud itu adalah kata-kata kiasan," ungkapnya. 

Sehingga menurutnya jelas bahwa perkataan ferdinan adalah istihza'. "Maka perkataan Ferdinan itu jelas, itu perkataan istihza' istilahnya. Istihza' itu perkataan mengolok-olok. Dan itu tentunya akan memancing keributan, memancing keonaran," pungkasnya.[] Agustina Pandini

Posting Komentar

0 Komentar