Harga Minyak Goreng Melangit, Begini Tanggapan Erwin Permana


TintaSiyasi.com -- Menanggapi harga minyak goreng melangit, Pengamat Kebijakan Publik Dr. Erwin Permana mengatakan, seharusnya pemerintah fokus urusi dapur rakyat. 

“Karena dari dapur itulah kehidupan dimulai. Bahkan indikasi baik tidaknya kehidupan boleh dikatakan dimulai dari dapur. Kebanyakan hari ini rumah tangga-rumah tangga Indonesia banyak yang sebetulnya di dapur mereka tidak ada makanan. Jangankan untuk bisa dimakan hari itu, sebatas untuk bertahan hidup saja sulit,” ujarnya dalam Insight ke-132 Pusat Kajian dan Analisa Data (PKAD): Mak, Dibikin Geleng-Geleng oleh Minyak Goreng, Rabu (26/01/21) di YouTube Pusat Kajian dan Analisa Data

"Sebagian dapat sekarang sore habis, sebagian besar nya malah nggak ada yang dimakan di hari itu,” tambahnya.

"Sehingga kita menyaksikan fenomena di mana masyarakat Indonesia itu kesulitan hidup. Makan nasi tiwul, misalnya atau memakan makanan olahan yang terbuat dari singkong misalnya dan seterusnya. Kenapa demikian? Karena memang tidak ada yang dimakan di dapur," bebernya.

Menurutnya, secara sederhana, kebijakan publik yang baik itu indikatornya adalah seberapa besar efek dan dampak dari suatu kebijakan regulasi yang sampai ke dapur rumah tangga.

Menurutnya, kalau kebijakan itu sampai bisa mengisi rak-rak dapur rumah tangga, itu pertanda bahwa kebijakan tersebut berhasil. "Namun, ternyata ketika kita perhatikan hari ini tidak mencapai hal tersebut. Justru kita perhatikan hari ini kebijakan publik itu sifatnya seperti menara gading, indah di lihat tapi tidak berfungsi apa pun," katanya.

"Mana bisa menara Gading itu kita makan, enggak bisa. Hanya enak dilihat saja. Namanya juga menara Gading kan. Hanya untuk dilihat fungsinya," lanjutnya.

Erwin menyampaikan karena begitulah kira-kira kebijakan hari ini. Yakni, fokus mengurus hal yang besar-besar, pertumbuhan ekonomi, misalnya, investasi, perdagangan luar negeri. 

"Hari ini ada (rencana) pindah ibu kota lagi, hal-hal yang sebetulnya tidak bersinggungan secara substantif dengan urusan dapur rumah tangga. Padahal secara sederhana, rumah tangga itu akan hidup jika makanannya di dapur itu cukup," katanya.

"Jadi sebetulnya simpel. Indikator keberhasilan sebuah negara yang modern Itu adalah indikator-indikator yang sebetulnya lebih mikro," pungkasnya.[]HN

Posting Komentar

0 Komentar