Empat Tip Semangat Berdakwah lewat Tulisan ala Om Joy


TintaSiyasi.com -- Jurnalis sekaligus Pengasuh TintaSiyasi.com Joko Prasetyo memberikan empat tip bagi penulis Muslim agar tetap bersemangat berdakwah lewat tulisan pada Sabtu (18/12/2021) kepada TintaSiyasi.com.

Pertama, memahami bahwa dakwah juga diwajibkan bagi penulis Muslim dan harus serius, tidak boleh asal-asalan.

“Berdakwah itu bukan hanya kewajiban habib, syekh, kiai, dan ustaz saja, tetapi kewajiban seluruh kaum Muslim termasuk kita. Bila kita memilih menulis menjadi salah satu uslub dalam berdakwah maka seriusilah, jangan asal-asalan. Karena haram hukumnya menjalankan kewajiban dengan asal-asalan,” ungkapnya.

Kedua, jurnalis yang akrab disapa “Om Joy” tersebut mengingatkan bahwa dalam sekali menulis, dua, tiga kewajiban akan tertunaikan.

“Sekali menulis juga bisa menjaga ingatan terkait suatu ilmu yang diterima, karena sesungguhnya, ketika menuliskannya dengan khusyuk dan khidmat itu sama saja dengan menghafalnya. Selain itu menjadi catatan yang bisa dibuka sewaktu-waktu bila diperlukan lagi (karena terlupa, misalnya) dan bisa disebarluaskan sebagai uslub dakwah,” jelasnya.

Ketiga, penulis harus ingat bahwa ia akan tetap dapat pahala menulis meskipun sedang tidak menulis. 

“Bila menulis sudah diagendakan secara rutin sebagai uslub dakwah, namun pas jadwal menulis bertepatan dengan sakit ataupun bepergian, sehingga tidak dapat menulis, pahala menulis Insya Allah tetap didapat. Syaratnya, ketika tidak berhalangan, istiqamah melakukannya sebagai uslub dakwah,” tuturnya.

Ia mengutip sebuah hadis riwayat Imam Bukhari yang artinya: "Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat."

Keempat, Om Joy menjelaskan bahwa berdakwah lewat tulisan itu salah satu mata air pahala jariah.

“Memang, ketika menulis dengan niat untuk menjaga ilmu itu mendapat pahala, pahala juga akan bertambah bila diniatkan pula untuk dijadikan uslub dakwah, pahala akan terus bertambah dari setiap orang yang membacanya dan tercerahkan,” jelasnya.

Bahkan ia menambahkan, pahala jariah tersebut akan terus bertambah ketika isi tulisan tersebut diajarkan kembali oleh orang yang sebelumnya tercerahkan dengannya.

“Nah, ketika orang-orang yang tercerahkan mengamalkannya, pahala jariah akan mengalir untuk penulis dan penyebar. Pahala jariah akan terus bertambah ketika isi tulisan tersebut disebarkan atau diajarkan pula oleh mereka yang tercerahkan,” imbuhnya.

Ia kembali mengutip hadis dari Imam Muslim yang artinya,“Barangsiapa yang mengajak menuju hidayah, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tetapi tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka. Barangsiapa yang mengajak menuju kesesatan, maka dia mendapatkan dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tetapi tanpa mengurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka.”

“Semoga dengan mengingat keempat hal di atas, kita jadi semakin semangat dan istiqamah menjadikan menulis sebagai uslub dakwah,” pungkasnya.[] Nurichsan

Posting Komentar

0 Komentar