Edy Mulyadi Merasa Tidak masuk Akal, karena Pelaku Penembakan Enam Laskar Belum Ditangkap


TintaSiyasi.com -- Jurnalis Senior Edy Mulyadi merasa tidak masuk akal, karena pelaku penembakan enam laskar syuhada di kilometer 50 (KM50) belum ditangkap dan masih bebas, tetapi ada ulama yang ceramah perkara tersebut malah ditangkap.

“Bagaimana mungkin dua orang penembak bebas, tidak pernah dihukum sama sekali tapi orang yang ceramah tema kebrutalan pengisah kejadian itu langsung ditahan. Itu enggak masuk akal,” ujarnya dalam acara FGD PKAD ke-41: Out Look 2022: Kriminalisasi Ulama dan Liberalisasi Sosial Budaya, Sabtu (8/1/2022) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD).

Hal tersebut ia ucapkan terkait penangkapan Habib Bahar Smith yang diduga melakukan ujaran kebencian soal KM 50. Menurutnya, akal sehat masyarakat Indonesia dimana pun juga tidak masuk akal. “Enggak tahu akalnya siapa yang masuk, kalo saya enggak masuk,” tuturnya.

Katakanlah, ungkapnya, misal apa yang disebut Habib Bahar itu salah seperti dicabut kukunya dibakar kemaluannya tapi kenapa langsung ditahan, sedangkan pembunuhnya tidak ditahan.

Edy juga menjelaskan, ada tujuh orang yang diberikan sisa bahan penugasan, pengutipan kepada HRS, oleh Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Tubagus Ade Hidayat. “Tersangka tiga orang dan satu mati kecelakaan tunggal di daerah Setu, sehingga tersangka tinggal 2 orang,” bebernya.

Menurut polisi, lanjutnya ia menerangkan, tersangka pembunuhan yang hanya mendapat ancaman hukuman di atas 5 tahun, tidak ditahan.

“Masih berkeliaran, masih bertugas, masih berdinas, masih mendapat gaji dari uang kita melalui APBN, ini kan keterlaluan,” pungkasnya.[] Maryamza

Posting Komentar

0 Komentar