Arim Nasim: Khilafah Jaminan Terbebas dari Cengkeraman Kapitalisme Global


TintaSiyasi.com – Ekonom Syariah Dr. Arim Nasim mengatakan, hanya khilafah yang akan memberikan jaminan terbebas dari cengkeraman kapitalisme global. 

“Khilafah yang akan memberikan jaminan terbebas dari cengkeraman kapitalisme global,” tuturnya dalam Live FGD ke-40 PKAD: Outlook 2022, Kuasa Korporasi dan Cengkeraman Oligarki di kanal YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data, Sabtu (1/1/2022). 

Ia mengungkapkan, kekuatan global yang bisa mengendalikan dan menghentikan kejahatan oligarki tidak lain sistem pemerintahan yang menjalankan syariat Islam secara kaffah. Termasuk nanti didalamnya terdapat sistem ekonomi yang berbasis ideologi, yakni sistem khilafah. 

“Selama tidak ada perubahan yang mendasar dari politik ekonomi dominasi dolar dan sistem moneternya masih tetap dipertahankan tidak diganti maka agak sulit akan keluar dari cengkeraman kapitalisme global,” imbuhnya. 

Oleh karena itu ia mengimbau, harus ada perlawanan terhadap kapitalis global, yakni secara ideologi supaya terbebas dari cengkeraman para oligarki. 

“Perlawanan tidak bisa kecuali dengan memunculkan ideologi dalam konteks ekonomi. Saya menyodorkan untuk menggantikan sistem ekonomi kapitalis dengan sistem ekonomi Islam berbasis ideologi. Bukan sistem ekonomi Islam hanya berbicara bank, lembaga keuangan tapi sistem ekonomi Islam yang mendasar mulai dari pengaturan masalah kepemilikan, dan penyelesaian problem ekonomi,” paparnya. 

Ia mengatakan bahwa jika bicara terkait dengan ekonomi secara ideologi tidak bisa di back up dengan sistem politiknya karena sistem politik dan sistem ekonomi merupakan dua hal yang saling berkaitan. 

“Kalau ingin negeri ini terbebas dari cengkeraman oligarki dan kemudian rakyat hidup sejahtera tidak ada lain menurut saya secara politik juga harus mengganti dengan politik yang berbasis ideologi Islam secara ekonomi juga harus mengganti sistem ekonomi yang berbasis ekonomi yang dasarnya itu adalah ideologi Islam," ungkapnya 

"Bukan hanya sekadar tambal sulam dari sistem ekonomi kapitalis yang dibuat dengan istilah-istilah syariat padahal esensinya atau semangatnya semangat kapitalis,” imbuhnya. 

Ia mengatakan, ketika menjalankan politik ekonomi Islam khilafah, maka pertama, akan menghentikan dominasi dolar dengan mengembalikan sistem moneter berbasis dinar dirham. 

“Khilafah tidak akan mengembangkan atau mentolerir sektor moneter yang menjadikan uang sebagai komoditas sehingga nanti tidak ada pasar modal, yang menjadi alat untuk investasi tidak langsung,” lanjutnya. 

Kemudian ia melanjutkan, yang menjadi mala petaka liberalisasi dan swastanisasi menyebabkan sektor-sektor publik harta milik umum yang harusnya dikelola oleh negara namun hari ini dikelola oleh asing, ketika kekuasaan Islam akan membenahi sistem kepemilikan ini. 

“Sumber daya alam, sumber daya ekonomi yang masuk dalam kategori milik umum itu wajib dan harus dikelola oleh negara dengan paradigma riayah bukan paradigma bisnis Kalau itu semua dibenahi InsyaAllah SDA akan terdistribusi dengan adil,” pungkasnya. []Alfia Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar