Cucu Syaikhona Kholil Bangkalan Sampaikan Harapannya setelah Muktamar NU ke-34


TintaSiyasi.com -- Cucu Syaikhona Kholil dan Pengasuh PP Al-Muntaha Al-Kholiliyah Bangkalan Madura K.H. Toha Kholili menyampaikan harapannya setelah terpilih Ketua Umum baru dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 dalam Insight ke-118 Pusat Kajian Dan Analisis Data bertajuk Muktamar NU Ke-34: Jam'iyah, Kemandirian, Dan Manuver Politik, Jum'at (24/12/2021) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD).

Ia berharap dengan hasil dari muktamar ini menuju perbaikan lebih baik dan benar, tentunya sesuai dengan yang diridhai Allah SWT. Selain itu, ia berharap agar masyarakat senantiasa mendalami Islam secara kaffah dan mengakar. "Islam ini adalah tinggi, luhur dan tidak ada yang lebih luhur dari Islam," katanya.

Menurutnya, hal tersebut dibutuhkan umat agar tidak terbawa konsep radikal yang dibuat oleh Amerika. Konsep dari Barat yang menjadikan umat malah takut mendalami Islam, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.

"Islam ini yang dibawa, dicontohkan, dipimpin oleh Rasulullah, dilanjutkan para sahabat, tabi'in, ulama-ulama utamanya ulama hadis, tasawuf, fiqih untuk menuju Islam yang kaffah. Islam yang mengakar. Kalau radikal sesuai konsep Amerika bukan diikuti yang seperti itu," jelasnya.

K.H. Toha Kholili dari Bangkalan, Madura juga mengingatkan bahwasanya pertolongan Allah SWT sangat dekat. Oleh karena itu, semua urusan hendaknya dikembalikan sesuai aturan yang dicontohkan Rasulullah SAW dan tentunya aturan yang berasal dari Allah SWT.

"Ketika kita mentok baik urusan kepemimpinan, bahkan urusan pasar sekalipun. Bahkan bagaimana netralitas kita hadapi penjajah, maka kembali pada aturan-nidhom Rasulullah yang mengacu pada kalamullah. Aturan dari Allah SWT jalur langit.  Hal ini menunjukkan pertolongan Allah SWT itu dekat dengan kita," tuturnya.

"Terpilihnya semoga sesuai dengan yang diridhai Allah SWT. Perbaikan yang diraih lebih baik dan benar. Tetap merujuk kepada Al-Qur'an sebagai ideologi, sumber hukum, akidah, syariah dan semuanya. Karena undang-undang dari Allah SWT merujuk kepada Al-Qur'an dan sunah Rasulullah. Betul-betul nantinya ditaati sesuai riayah Allah SWT," harapannya yang ia sampaikan kepada umat Islam.

Ia juga mengingatkan bagaimana seharusnya peran umat kepada pemimpinnya. "Siapa pun pemimpin kita, diminta atau tidak, semestinya kita sebagai orang yang melakukan amar makruf kebaikan dan mencegah yang mungkar. Mudah-mudahan keadaan ini lebih baik termasuk muktamar NU," pungkasnya.[] Hanif/Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar