Analis Mutiara Umat Pertanyakan Sikap Pak Menteri Erick Tohir Terkait Ini

TintaSiyasi.com -- Menanggapi motif di balik sikap dan pernyataan Erick Tohir terkait toilet SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), Analis Mutiara Umat Nahdoh Fikriyyah Islam pertanyakan apakah Pak Menteri Erick Tohir sedang pencitraan, tiba-tiba membuat kebijakan menggratiskan toilet SPBU.

“Pak Menteri Erick Tohir sedang pencitraan, tiba-tiba membuat kebijakan menggratiskan toilet SPBU,” bebernya kepada TintaSiyasi.com, Senin (6/12/2021).

Ia menjelaskan, tidak ada salahnya memberikan upah untuk petugas kebersihan tersebut, menteri Erick prihatin terhadap petugas kebersihan.

”Saya juga sepakat, tugas utama Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) bukan Mengurusi Toilet Gratis, tetapi memikirkan gaji petugasnya,” ungkapnya.

Ia menyebutkan yang lebih penting lagi seharusnya mengelola BUMN harus sesuai syariat Islam agar bisa dinikmati oleh masyarakat dengan mudah dan murah bahkan gratis.
 
“Itu baru namanya benar-benar peduli pada rakyat. Bukan sekedar lip service, bicara atas nama rakyat, faktanya BUMN seperti Pertamina malah diserahkan kepada korporasi asing, Walhasil, harga minyak melangit dan sulit dijangkau masyarakat,” terangnya. 

Ia menegaskan harga minyak cenderung terus naik. Jika harga minyak naik, semua barang-barang naik. Gimana rakyat mau sejahtera, jika seperti itu, rasanya tidak tepat dikatakan murni untuk rakyat. 

“Pengguna toilet SPBU dibandingkan pengkonsumsi minyak mana yang lebih banyak?” Imbuhnya.

Ia mengungkapkan lagi, "Ya, kita berharap dengan semua ketidakjelasan aturan ini bisa membuka mata masyarakat khususnya umat Islam untuk melihat bahwa apa sih sebenarnya maunya pejabat-pejabat negeri ini?"

“Untuk siapa mereka bekerja? Katanya untuk rakyat. Jika betul, maka rakyat itu maunya ya minyaknya murah atau bahkan gratis,” terangnya.

Menurutnya, agar bisa gratis ya harus sesuai dengan aturan pencipta minyak itu sendiri, yaitu Allah SWT, dan syariat-Nya. 

“Karena dalam syariat Islam, BBM termasuk harta milik umat yang di dalamnya umat berserikat dan dikelola oleh negara demi kepentingan dan kemudahan hidup manusia terkhusus kaum Muslim,” pungkasnya.[]Riana

Posting Komentar

0 Komentar