Advokat Muslim: Kebenaran Itu Pasti Menang dan Kebatilan Pasti Kalah


TintaSiyasi.com -- Merespons kriminalisasi terhadap ulama, Advokat Muslim Aziz Yanuar, S.H., M.H., mengatakan bahwa kebenaran pasti menang dan kebatilan pasti kalah. 

"Kita semua tahu, yang benar dan yang salah, kita bisa melihat nyata, apalagi Allah akan membuka semuanya, tinggal kita mau berada di pihak yang mana. Karena, kebenaran pasti menang dan kebatilan pasti kalah," tuturnya dalam live diskusi Kriminalisasi Ulama, Penistaan Agama, dan Pembantaian, Sabtu (15/01/2022) di Youtube Pusat Kajian dan Analisa Data (PKAD).

Ia mengungkapkan, advokat harus percaya diri dalam menyuarakan kebenaran, karena kebatilan saja konsisten berani dengan kebatilannya.

"Kebohongan dan kebatilan yang terus-menerus disuarakan lama-lama itu akan menjadi sebuah kebenaran. Nah, kalau yang batil saja konsisten, berani dengan kebatilannya, maka kita yang benar ini jangan sampai tidak percaya diri dengan kebenaran yang kita sampaikan. Begitupun dengan netizen dan masyarakat secara luas," ungkapnya. 

Ia menegaskan, agar advokat harus terus bersikap kritis, mengkritisi kezaliman penguasa, bukan pada pribadi mereka, dan memandang semua dihadapan hukum sama. 

"Kita harus terus bersikap kritis, yang kita kritisi itu bukan pribadi mereka, bukan identitas mereka, bukan institusi mereka, tetapi kezaliman mereka, dan kita harus membuka mata memandang hukum itu equality before the law, artinya semua itu dianggap sama dihadapan hukum," sebutnya. 

Menurutnya, seharusnya pihak penegak hukum konsisten dalam memberantas kebohongan dan tidak membeda-bedakan kasus. 

"Kalau pihak penegak hukum itu serius dan konsisten menggunakan pasal-pasal yang ada untuk memberantas kebohongan yang beredar di masyarakat, maka semuanya itu harus konsisten untuk diungkap, jangan hanya kasus Habib Rizieq dan Habib Bahar atau aktivis Islam saja," jelasnya. 

Rekayasa

Ia menilai, proses penegakan hukum yang ada penuh dengan rekayasa dan hal yang dipaksakan, dan hukum dijadikan alat untuk melindungi penguasa dari pihak-pihak yang tidak sejalan dengan penguasa. 

"Berbagai proses penegakan hukum ini penuh dengan rekayasa dan hal yang dipaksakan yang menurut saya itu merusak sistem dan peranan hukum yang ada, artinya hukum itu dijadikan alat untuk memukul pihak-pihak yang diduga berseberangan dengan penguasa," bebernya. 

Ia mengingatkan, agar advokat maksimal dalam memperjuangkan kebenaran serta menyandarkan semuanya kepada Allah dan meyakini bahwa pertolongan datang dengan seizin Allah SWT. 

"Karena itu, kita harus maksimal memperjuangkan dan menyuarakan kebenaran dengan keilmuan dan kemampuan kita masing-masing. Kemudian juga, kita harus menyandarkan semuanya kepada Allah. Memang pertolongan itu akan datang dengan seizin-Nya, bukan karena kemampuan kita," pungkasnya.[] Najwa Alifah

Posting Komentar

0 Komentar