Utang Meroket, Analis Muslimah Voice: Akibat Sistem Ekonomi Kapitalisme Ribawi


TintaSiyasi.com -- Menanggapi utang Indonesia yang meroket, Analis Muslimah Voice dan Dosen online (Dosol) Universitas Online (Uniol) 4.0 Diponegoro, Ika Mawarningtyas, S.Pd. menilai bahwa hal tersebut akibat sistem ekonomi kapitalisme ribawi.

"Bayangkan saja, utang segitu banyak, selalu dibayar, tapi selalu bertambah. Inilah akibat sistem ekonomi kapitalis ribawi, utangnya selalu berbunga," ungkapnya kepada TintaSiyasi.com, Sabtu (4/12/21).

Ia menuturkan, utang meroket tersebut menjadi masalah klasikal negara. Dari dulu utang tidak pernah turun, tapi selalu naik. Oleh karena itu, sampai dikatakan utangnya meroket. 

"Saya sendiri melihat, Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia sampai dengan kuartal III-2021 sebesar 423,1 miliar dollar AS atau setara Rp6.008 triliun (asumsi kurs Rp14.200 per dollar AS)," tuturnya.

Ika menjelaskan, pemerintah membayar utang dengan utang juga. Sehingga walaupun utang selalu dibayar, tapi selalu bertambah. Semua utang yang sudah disetor adalah untuk membayar utang pokoknya, bukan untuk membayar bunganya.

"Walhasil, ketika jatuh tempo dan pemerintah butuh uang untuk membayar, maka solusinya dua, yakni utang lagi dan menaikkan pajak. Rakyatlah yang menjadi korban atas utang yang kian hari kian menumpuk itu," jelasnya.

Ia menambahkan, dampak meroketnya utang, bukan saja pada kedaulatan negara, tetapi lebih ke karut-marutnya sistem ekonomi negeri Indonesia. "Utang luar negeri itu kan tidak hanya utang negara, tapi utang para swasta kapitalis juga. Kalau jangka pendek adalah utang dibayar tanpa riba," jelasnya.

Solusi Islam

Ia mengungkapkan, agar negara tidak terjebak utang, solusinya adalah dengan solusi fundamental. Yakni, menerapkan sistem Islam kaffah dalam bingkai khilafah.

"Memang kalau dibayangkan oleh sebagian orang ini ekstrem, tapi inilah solusi tuntas biar terbebas dari jeratan utang asing," pungkasnya.[]Isty Da'iyah

Posting Komentar

0 Komentar