UFW: Wilayah Kaum Muslim Jadi Tempat Pertarungan Kerakusan Barat


TintaSiyasi.com -- Merefleksi wajah dunia Islam selama 2021, Direktur Islamic World Studies Ustaz Farid Wadjdi, S.IP. (UFW) mengatakan, wilayah kaum Muslim jadi tempat pertarungan kerakusan Barat.

"Wilayah kaum Muslim menjadi tempat pertarungan kerakusan negara-negara Barat. Tentu yang dirugikan kaum muslimin," katanya dalam Insight ke-112 Spesial Parade Refleksi Akhir Tahun-Pusat Kajian Dan Analisis Data: Wajah Dunia Islam Kini dan Nanti, Jumat (10/12/21) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data. 

Menurutnya, negeri-negeri Islam semakin dibuat terpisah-pisah oleh negara Barat sejak keruntuhan Khilafah Turki Utsmani. Ia memaparkan dalang dibalik konflik fisik dan non fisik negeri-negeri di dunia Islam dulu hingga kini adalah Amerika. Selain itu, ada penjajah Yahudi hingga China. 

Menurutnya, konflik fisik biasanya berkaitan dengan munculnya peperangan ataupun pembangunan pangkalan-pangkalan militer. Sedangkan konflik non-fisik dari segi perangkat ekonomi hingga politik.

"Palestina dijajah penjajah Yahudi. Adanya hubungan normalisasi dan legitimasi dunia Islam dengan penjajah Yahudi semakin menampakkan bahwasanya saat ini para penguasanya secara terbuka melakukan pengkhianatan terhadap dunia Islam," tuturnya.

Selanjutnya, ia ungkapkan beragam konflik lainnya di negeri-negeri Timur Tengah mulai dari Suriah, Afghanistan maupun Yaman. "Konflik di Suriah terjadi karena mereka dibantai oleh penguasanya sendiri. Hal ini tentu tidak dapat dilepaskan dari intervensi negara-negara Barat yakni penjajah Amerika. Begitupun konflik di negeri Timur Tengah lainnya," ungkapnya.

Menurutnya, Timur Tengah benar-benar dikontrol Amerika. Hal ini dikarenakan beberapa hal. Pertama, pengendalian sumber daya. Kedua, keberadaan mempertahankan entitas penjahah Yahudi yang harga mati. Ketiga, mencegah kemunculan kekuatan politik di dunia Islam. Inilah alasan utama Timur Tengah sangat diperhatikan Amerika, katanya.

Ia menjelaskan, Amerika bersaing dengan negara penjajah lainnya. "Amerika berusaha mengambil alih posisi negara pesaingnya seperti Inggris, Yahudi, dan lainnya. Adapun tempat pertarungan mereka berada di wilayah negeri Islam. Hal itu tentu merugikan masyarakat," katanya.

Meskipun demikian ada negeri Islam tanpa perang, tapi dikendalikan Amerika. Seperti, ia ungkapkan, Indonesia dengan menggunakan perangkat ekonomi hingga politik. Oleh karenanya, strategi negara penjajah Barat untuk mencegah bangkitnya kesadaran negeri-negeri Islam sama seperti dulu.

"Saat ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Keruntuhan Khilafah Turki Utsmani dianggap perdamaian bagi negara Barat," pungkasnya.[]HN/Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar