Pertemuan Joe Biden dan Xi Jinping, Analis Muslimah Voice: Mereka Saling Jaga Kekuasaan


TintaSiyasi.com -- Menyoal pertemuan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping, Analis Muslimah Voice dan Dosen online (Dosol) Universitas Online (Uniol) 4.0 Diponorogo Ika Mawarningtyas mengungkapkan, keduanya saling jaga kekuasaan globalnya dengan jangan saling ganggu.

"Pertemuan dua negara besar, AS dengan ideologi kapitalisme dan China dengan Sosialisme-Komunisme, tandanya dua ideologi besar itu, mereka saling jaga kekuasaan globalnya dengan cara jangan saling ganggu dan win-win solution," bebernya kepada TintaSiyasi.com, Senin (6/17/2021).

Dikatakannya, diakui atau tidak, memang dunia dikuasai oleh AS dan China. "Oleh karena itu, sebenarnya pertemuan AS-China adalah untuk mempertegas pengaruh AS di China dan China ke AS," tegasnya. 

Lanjut dikatakan, sejatinya kedua negara punya ketergantungan masing-masing. Jadi, ancaman-ancaman yang mereka lontarkan hanya pemanis bibir semata.

"Kalau ditanya apakah hanya membahas One China Policy pada pertemuan tersebut? Ya, pasti itu yang dibahas, tapi tentunya juga ada yang lain. Yaitu, jalan tengah yang mereka ambil agar tidak saling mengganggu kepentingan di dunia global. Ya, bahasa kasarnya, AS minta China jangan ganggu negara-negara yang berada dalam hegemoninya, begitu pula China juga minta demikian kepada AS," terangnya. 

Ia mengungkapkan, kedua negara tersebut sama-sama liar dan buas ketika menzalimi umat Islam. "Mereka sama-sama satu suara dalam menstigma Islam, yaitu dengan tuduhan ekstremis dan radikalis," pungkasnya. [] Lanhy Hafa

Posting Komentar

0 Komentar