Muhammad Arifin Jabarkan Pandangan Fiqih soal Musibah


TintaSiyasi.com -- Perwira Al-Andalusia Batu Muhammad Arifin menjabarkan pandangan fiqih terkait bencana atau musibah

"Dalam pandangan fiqih Islam kalau ditinjau secara kasat mata, musibah dapat dikategorikan ada musibah murni dari Allah SWT. (misalnya gunung meletus, tsunami), selanjutnya ada musibah karena ulah tangan manusia (misal bencana banjir karena faktor hutan banyak digunduli oleh ulah tangan manusia). Jadi, dalam hal ini ulah tangan manusia sangat mempengaruhi musibah," jelasnya dalam Insight ke-110 Pusat Kajian Dan Analisis Data: Jawa Timur (Siaga) Menuju Bencana, Senin (6/12/2021) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data.

Ia melanjutkan, bahwasanya kategori musibah baik karena kehendak Allah SWT maupun ulah tangan manusia termasuk musibah fisik dan mudah dicerna. 

"Namun yang perlu kita ketahui bahwa musibah-musibah yang tadi telah dicontohkan dalam diskusi termasuk musibah fisik, bersifat dhohiriah, gampang untuk kita cerna dan mudah untuk kemudian menyadarinya. Selanjutnya mampu menyadari bertaubat memperbaikinya," tegasnya.

Adapun beragam fakta bencana utamanya di negeri ini, katanya, hal itu menjadi instropeksi bersama. Oleh karenanya, Muhammad Arifin juga menyampaikan ada musibah yang tidak nampak. 

"Musibah yang tidak nampak yaitu musibah kemaksiatan, kemungkaran dilakukan oleh individu, komunitas-lingkungan-masyarakat tertentu, bahkan sebuah negeri atau mungkin dunia. Hal tersebut yang membuat alam ini marah, Allah SWT. marah. Naudzubillah," ungkap Perwira Andalusia Batu ini.

Menurutnya, manusia senantiasa dituntut untuk bersiap menghadapi segala yang terjadi di muka bumi ini oleh Allah SWT. Wajar jika kadang manusia terlena oleh dunia dan lupa akan akhirat, katanya. Begitu pun uraian dari Muhammad Arifin yang menyebutkan kategori musibah ketika didasarkan pada keimanan hamba dari Sang Khaliq Allah SWT.

Menurutnya, musibah dalam pandangan Islam terutama berkaitan dengan perbaikan keimanan ada beberapa kategori, yaitu.

"Pertama. Musibah dalam rangka untuk menguji iman kita. Segala musibah ini murni dari Allah SWT. agar derajat iman kita meningkat," katanya.

Kedua. Musibah untuk peringatan. "Musibah yang bukan hanya ujian dari Allah SWT. tetapi juga peringatan bagi kita yang mukmin, kadang taat atau tidak, kadang beriman atau tidak," katanya.

Ketiga. Musibah termasuk azab. "Inilah yang harus kita jauhi dan banyak berdoa. Musibah ini diberikan Allah SWT, karena banyak nikmat dunia yang dikufuri oleh ciptaan-Nya," tuturnya. 

Ulah tangan manusia yang sangat mempengaruhi musibah, katanya, hal itu akan menjadikannya untuk terus mengkaji dan memahami bagaimana seharusnya menjaga dan mengelola alam ini sesuai aturan pencipta alam semesta ini yakni Allah SWT (aturan Islam). Karena alam diciptakan Allah SWT untuk pemenuhan kebutuhan manusia hingga terwujud kesejahteraan.

"Harapan dari kami, bencana seperti ini semoga bisa diakhiri. Kemudian aturan-aturan yang salah atau bertentangan dengan aturan-aturan Allah (aturan Islam) tentunya harus dirubah)," pungkasnya.[] HN/Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar