Marak Ulama Dituduh Teroris, Advokat Ini Ungkap karena War On Terrorism Adalah War on Islam


TintaSiyasi.com -- Menanggapi maraknya penangkapan ulama karena tuduhan terorisme, Advokat dan Aktivis Gerakan Islam Ahmad Khozinudin, S.H. mengatakan, hal itu karena dari war on terrorism adalah war on Islam.

"Maka benar bahwa hakikat dari war on terrorism adalah war on Islam (perang melawan Islam)," ujar Ahmad Khozinudin di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data yang bertajuk Refleksi 2021 Potret Hukum Atas Para Ulama, Habaib dan Aktivis, Jumat (17-12-2021).

Ahmad Khozinudin menambahkan fakta pada dakwaan Munarman yang senantiasa dikaitkan dengan jihad, dakwah, dan khilafah.

"Di pertanyaan Ustaz Farid (Okbah) yang sering muncul adalah dakwahnya di Partai Dakwah Republik Islam," jelasnya.

Pada kasus yang ditangani advokat dan tim, ulama-ulama seperti Ustaz Bangun Arman, Ustaz Ahmad Zain, Ustaz Farid Ahmad Okbah dan Ustaz Anung Al Hamat, mereka diancam pidana seumur hidup.

"Mereka ini di terorisasi (dituduh tindak pidana terorisme), didakwa dengan ketentuan pasal 15 junto pasal 7 Undang-Undang nomor 5 tahun 2018, ancaman pidana seumur hidup," bebernya.

Ia kemudian melempar pertanyaan kepada peserta yang hadir di acara tersebut, berupa kesaksian mengenai kejahatan para ulama yang dituduh terorisme oleh penegak hukum.

"Adakah satu orang saja yang bersaksi bahwa saya pernah melihat Ustaz Farid Ahmad Okbah atau Ustaz Anung atau Ustaz Ahmad Zain atau Munarman pernah melakukan pembunuhan atau mengancam kekerasan atau membahayakan masyarakat atau menebar teror?" tanyanya.

Advokat menyampaikan bahwa dirinya mengetahui dengan seksama ketika mendampingi Berita Acara Perkara (BAP) Ustaz Farid Ahmad Okbah. Pertanyaan-pertanyaannya seputar kegiatan Ustaz Farid melakukan kajian keislaman.

"Saya geleng-geleng ini dituding melakukan terorisme, melakukan kejahatan extraordinary crime, tapi kok pertanyaannya seputar ngisi kajian dimana, kajian bab apa," ungkapnya.

Ia membeberkan kasus yang harusnya masuk kategori terorisme, ketika diketahui bukan dari umat Islam enggak ada sematan terorisme.

"Pada saat terjadi bom Alam Sutera, ketangkap pelakunya orang non muslim kemudian dikatakan kejahatan biasa bukan terorisme, kan menyakitkan," ujarnya.

Khozinudin menuturkan  yang lebih menyakitkan bahwa Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah membunuh 13 Tentara Nasional Indonesia (TNI), namun tidak ada statement apapun.

Sambil berapi-api ia menegaskan, "Enggak ada statement negara dengan gagah berdiri, semua menterinya berbaris kita berdiri melawan OPM. Sebagaimana ketika membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI), enggak ada. Pengecut semua pemerintah!"

Dia menyayangkan penyelesaian kasus OPM dari para pejabat. Mulai dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD)-nya mengatakan OPM adalah saudara kita hingga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopulhukam)-nya juga mengatakan akan menyelesaikan kasus OPM dengan pendekatan kesejahteraan.

"Waduh enak banget, wis mateni TNI kok pakai pendekatan kesejahteraan dan dialog," pungkasnya.[] Heni Trinawati

Posting Komentar

0 Komentar