Kontribusi Ormas dalam Islam

TintaSiyasi.com -- Rabu, 24 November 2021 terjadi bentrokan antar Ormas (Organisasi Masyarakat) yang menewaskan satu anggota Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Bentrokan terjadi karena massa GMBI tengah berunjuk rasa di depan perusahaan di wilayah Karawang, akan tetapi ada ormas lain yang tidak terima dan mengumpulkan lebih banyak massa sehingga terjadilah bentrokan. Menurut kepala kepolisian resor Karawang, bentrokan terjadi karena berebut pengelolaan limbah.

Di dalam sistem kapitalisme, bentrokan antar ormas wajarlah terjadi. Karena penggerak dalam sistem kapitalisme adalah ekonomi sehingga pendirian ormas adalah untuk membantu masyarakat mengembangkan ekonominya. Mislanya dengan membuat home industry yang bertujuan agar masyarakat mandiri dan tetap berproduksi walau dalam jumlah kecil. Ormas dalam sistem kapitalisme juga berdiri atas kemaslahatan yang mengutamakan materi, sehingga mudah ditunggangi para elite yang memberi mereka modal. Maka ormas ini tidak akan bisa memperbaiki masyarakat. Alih-alih bermanfaat, ormas dalam sistem kapitalisme justru menjadi backing bagi para elite politik yang memiliki kepentingan dan meresahkan masyarakat karena keanarkisannya. Misalnya saat elite politik dan pemilik modal ingin membangun sebuah gedung di daerah pemukiman warga, tak jarang ormas dijadikan alat agar warga mau menjual tanahnya. Bagaimanapun caranya yang penting pemilik modal dapat membangun dengan mulus. Di situlah biasanya terjadi polemik pembebasan lahan, kericuhan antara ormas dengan warga. Pada akhirnya, aktivitas ormas tergantung para elite dan pemilik modal.

Ditambah lagi, ormas-ormas dalam sistem kapitalisme ini berdiri di atas pemikiran yang bersifat umum tanpa batasan yang jelas. Padahal pemikiran adalah asas suatu gerakan atau organisasi. Lalu mereka pun tidak paham cara mengamalkan atau metode menerapkan  pemikiran tersebut sehingga aktivitas yang mereka lakukan tidak sistematis dan terlihat serampangan. Anggota dari ormas-ormas dalam sistem kapitalisme juga bertumpu pada orang yang tidak memiliki kesadaran yang benar, kesadaran mengenai apa yang akan diwujudkan oleh ormasnya. Mereka hanya memiliki keinginan dan semangat saja. Dan ormas dalam sistem kapitalisme diikat oleh ikatan yang salah, orang-orang yang bergabung dengan ormas hanya ingin kedudukan saja. Lalu bagaimana dengan Islam? Adakah ormas di dalam Islam?

Dalam Islam, ormas dibangun atas dasar akidah dan pemikiran Islam sehingga tidak mudah dikuasi elite politik. Ormas yang pernah Rasulullah bentuk adalah kelompok dakwah yang menyeru dan membina umat dengan Islam secara kaffah.

Dan hendaklah di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S Ali Imran : 104).

Saat ini daulah khilafah belumlah tegak, sehingga ormas wajib mendakwahkan Islam secara kaffah kepada masyarakat agar terwujud kembali kehidupan sejahtera di bawah naungan Islam dan melakukan amar makruf nahi munkar kepada masyarakat dan negara. Saat daulah khilafah tegak, tidak ada ormas yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, keamanan, ekonomi karena itu semua sudah dijamin oleh daulah, rakyat tidak perlu khawatir. Sehingga ormas atau partai bergerak dan berkumpul untuk menjaga tegaknya daulah Islam yang rahmatan lil alamin. Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Dikara Nur Izabah
Mahasiswi Sumedang

Posting Komentar

0 Komentar