Konsultan: Khilafah Islamiah Membentuk Manusia Menjadi Hamba yang Bersyukur


TintaSiyasi.com -- Konsultan dan Trainer Keluarga Sakinah Ir. Dedeh Wahidah Achmad menyebut, Khilafah Islamiah akan membentuk manusia menjadi hamba yang bersyukur.

"Khilafah Islamiah akan membentuk manusia menjadi hamba yang bersyukur," tutur Teh Dedeh, sapaan akrabnya dalam Rubrik Keluarga: Memupuk Syukur dalam Keluarga di YouTube Muslimah Media Centre (MMC), Ahad (28/11/2021).

Ia mengatakan, menjadi orang yang bersyukur adalah salah satu karakter seorang Muslim dan menjadi kewajiban yang harus diamalkannya. "Di dalam Al- Qur'an Surah Ibrahim ayat 7, disebutkan

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih," katanya.

Ia menjelaskan, bersyukur adalah senantiasa menerima apapun pemberian Allah SWT merupakan sebuah kebaikan. "Apa yang ada pada diri seseorang semata-mata adalah sebagai anugerah. Sehingga, seseorang akan memanfaatkan apa yang diberikan Allah SWT untuk senantiasa beribadah, memperbaiki penghambaan, dan ketundukan kepada-Nya," jelasnya.

"Artinya, memanfaatkan apa pun yang diberikan oleh Allah SWT untuk kebaikan yang diridhai-Nya. Kalau seseorang memiliki karakter bersyukur, maka sekecil apa pun pemberian dari Allah SWT akan dirasakan kenikmatannya. Namun sebaliknya, jika kufur, sebanyak apa pun yang diberikan-Nya, maka akan terus dirasakan kurang. Lalu bagaimana supaya mampu bersyukur?" tanyanya.

Teh Dedeh mengutip sebuah hadis riwayat Abu Daud,

ِّ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِهِ وَقَالَ يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ فَقَالَ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Dari Muadz bin Jabal bahwa Rasulullah SAW menggandeng tangannya dan berkata: "Wahai Muadz, demi Allah, aku mencintaimu." Kemudian beliau berkata: "Aku wasiatkan kepadamu wahai Muadz, janganlah engkau tinggalkan setiap selesai shalat untuk mengucapkan, (Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir dan bersyukur kepada-Mu serta beribadah kepada-Mu dengan baik.)

Pesan Rasulullah SAW

Ia menjelaskan, dalam rangkaian do'a tersebut ada tiga pesan yang Rasulullah SAW sampaikan, pertama, berzikir, supaya senantiasa mengingat Allah SWT; kedua, bersyukur, karena syukur lahir dari zikir kepada Allah SWT yang sadar  bahwa dirinya seorang hamba dan apa yang dimiliki di dunia adalah amanah serta apapun harus dikembalikan kepada-Nya. Ketiga, setelah seseorang sadar hakikat dirinya dan hubungannya dengan Allah SWT, maka ia akan bersyukur," jelasnya.

"Kemudian rasa syukur dan wujudnya akan dinampakan dalam bentuk memperbaiki ibadah, memperbaiki ketaatan dan mengevaluasi diri, apakah selama ini ada dalam jalan maksiat atau taat, bersyukur atau kufur, menjadi pembela agama Allah SWT atau penista agama-Nya," jelasnya.

Teh Dedeh menegaskan, supaya manusia senantiasa menyadari, kemudian wujud syukur tersebut dibuktikan dengan ketaatan kepada Allah SWT. Tentu akan indah sekali jika bersyukur atas apa yang Allah berikan. Maka, kenikmatan hidup di dunia pasti akan terasa.

Kapitalisme

"Akan tetapi, kondisi sekarang (dengan sistem kapitalisme sekularisme) telah menyulitkan kita menjadi orang bersyukur. Kondisi sulitnya ekonomi, dan kesulitan hidup yang mendera rakyat di berbagai negeri, telah menjerumuskan orang-orang pada keputusasaan. Mereka sudah mentok dan merasa begitu beratnya beban hidup," tegasnya.

Ia mengungkapkan, bagi manusia yang lupa bersyukur dan lupa untuk merasakan kenikmatan dari Allah SWT pada ujungnya manusia akan berputus asa, bahkan sampai ada yang bunuh diri.

"Hal seperti itu, tentu tidak boleh terus terjadi pada diri kita dan generasi berikutnya. Kita harus mendidik generasi untuk menjadi orang-orang yang bersyukur. Senantiasa memperbaiki kualitas ibadah kepada Allah SWT," ungkapnya.

Kemudian Teh Dedeh menerangkan bahwa ibadah tertinggi kepada Allah SWT adalah menerapkan syariat-Nya secara total dan meninggalkan seluruh larangan-Nya secara sempurna.

"Hal tersebut tidak mungkin terjadi dalam sistem sekularisme kapitalisme, tetapi yang akan membantu kita dan generasi menjadi hamba yang bersyukur adalah negara Islam yang me- ri'ayah, (mengurusi) kita dengan syariat Islam secara kaffah yaitu Khilafah Islamiyah," terangnya. 

"Semoga Allah SWT memberikan kesempatan untuk hidup dalam naungan Khilafah Islamiyah dan semoga  memudahkan untuk berperan dalam perjuangan menegakan khilafah dan meraih sakinah dalam penerapan syariah kaffah," pungkasnya.[] Nurmilati

Posting Komentar

0 Komentar