Islam Moderat vs Islam Radikal Versi Barat

TintaSiyasi.com -- Masyarakat dihebohkan dengan istilah Islam moderat dan Islam radikal oleh Barat yang ingin mengacaukan pemikiran umat Muslim. Berbagai pernyataan dari intelektual Barat terkait Islam moderat bahwa Islam moderat sesuai dengan adat ketimuran, Islam yang asli, ramah, dan elegan. 

Pandangan mereka tentang Islam moderat yaitu Islam tidak bertentangan dengan sekularisme Barat dan tidak anti Barat. Hal ini yang dimaksud mereka mau berkompromi dengan nilai-nilai Barat. Mereka yang masuk dalam kelompok Islam moderat ini, dianggap sebagai Islam yang sopan santun dan dapat menjadi sahabat Barat. 
 
Namun, menurut penelitian Barat yang disebut "Islam radikal (ekstremis)" yaitu Islam yang menolak ideologi kapitalisme dengan asas sekularisme, anti demokrasi, dan tidak berkompromi dengan nilai-nilai Barat, serta Muslim yang menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Bagi Barat, keberadaan Muslim dengan sikap tersebut, dianggap sebagai Islam yang keras dan jadi ancaman bagi hegemoni Barat. 
 
Padahal, di dalam Islam itu tidak ada istilah Islam moderat dan Islam radikal, Islam ramah ataupun ekstremis, dan sebagainya. Karena eratnya kesatuan sesama kaum Muslim ini, Rasulullah sudah bersabda, ''Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.'' (HR Bukhari dan Muslim). Hadis tersebut telah jelas mengajarkan kaum Muslim ibarat satu tubuh yang saling terkait dan menyatu.

Selain itu juga, Allah SWT mewajibkan bagi setiap Muslim untuk tidak hanya terikat pada akidah serta mengimani rukun iman dan rukun Islam. Tetapi, Muslim harus pula untuk terikat dengan syariat-Nya, baik itu berkaitan dengan masalah ibadah, makanan, pakaian, akhlak, dan juga muamalat (seperti sistem ekonomi), munakahat (seperti sistem pergaulan pria-wanita), hudud dan jinayat (seperti sistem sanksi dan peradilan), jihad, maupun ahkam sulthaniyah (seperti sistem pemerintahan), dan sebagainya. 
 
Inilah yang disebut Islam kaffah atau Islam keseluruhan, tidak mengambil sesuai hawa nafsu seperti prasmanan. Inilah keberislaman yang diperintahkan oleh Allah SWT sebagaimana dalam firman-Nya: 

وَلِلّٰهِ يَسْجُدُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ طَوْعًا وَّكَرْهًا وَّظِلٰلُهُمْ بِا لْغُدُوِّ وَا لْاٰ صَا لِ

"Dan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa, (dan sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari." (QS. Ar-Ra'd: 15).

Selayaknya kaum Muslim menolak ide paham moderasi beragama (moderat) dan mengerahkan daya dan upaya untuk menghadang pemikiran sesat yang sengaja Barat aruskan pada kaum Muslim. Wallahu a’lam bishshawab. []


Oleh: Sahna Salfini Husyairoh, S.T 
(Aktivis Muslimah) 

Posting Komentar

0 Komentar