dr. Faizah Beberkan Tiga Pilar Pencegah Tindak Kekerasan Seksual


TintaSiyasi.com -- Aktivis Muslimah dan Konsultan Parenting dan Generasi dr. Faizatul Rosyidah, M. Ked. Trop. membeberkan tiga pilar utama pencegah tindak kekerasan seksual.

"Tiga pilar utama pencegahan kekerasan seksual, adalah pada faktor individu, kontrol masyarakat, dan peran negara dalam semua sistem kehidupan," kata dr. Faizah, sapaan akrabnya, dalam Insight ke-111 Pusat Kajian dan Analisis Data: #SAVENOVIAWIDYASARI, Rabu (8/12/21) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data.

Ia menjelaskan, tiga faktor tersebut adalah sebagai berikut. Pertama. Sandaran seorang Muslim yang membangun profil kepribadian Islam awalnya (pondasi) yakni akidah Islam. "Selain itu didukung dengan tsaqofah. Dalam hal akidah berkaitan dengan keyakinan dia hadir di muka bumi adalah dengan misi penciptaan. Adanya Al-Khaliq yang menciptakan, yakni Allah SWT," katanya.

Kedua. Seperangkat aturan yang Allah SWT turunkan, karena setiap manusia diminta untuk menjalankan dan nantinya akan kembali pada Allah SWT untuk mempertanggung jawabkannya.

Ketiga. Peran negara untuk menerapkan aturan dari Allah SWT, sehingga mencegah dan membuat jera para pelakunya.

Menurutnya, kasus kekerasan seksual seakan tak kunjung usai di negeri ini. Adapun faktor yang memengaruhinya, katanya, mulai dari internal diri manusia, lingkungan maupun aturan kehidupan yang diterapkan.

Depresi

dr. Faizah menjelaskan seputar depresi hingga solusi yang seharusnya dimiliki untuk mengatasi beragam kasus kekerasan seksual. "Depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental. Biasanya bisa muncul dari suasana hati yang sangat sedih, mendalam, tertekan hingga hilang kepedulian dengan sekitar serta terjadi penurunan kualitas hidup sehari-hari sehingga memengaruhi pikiran, perasaan hingga perilakunya,” ungkapnya.

“Adapun penghantar depresi misalnya gaya hidup kurang sehat seperti kurang tidur, kualitas kepribadian yang rapuh karena dibina dengan pola asuh yang tidak kuat, dan sebagainya," urainya.

Selanjutnya ia memberikan pandangannya tentang faktor penyebab situasi maraknya kasus yang dialami almh. Novia Widyasari dan perempuan lainnya, padahal di negeri ini mayoritas Muslim. 

"Dalam prespektif seorang Muslim, justru mengkonfirmasi bahwa hari ini jumlah secara personal Muslim itu banyak (mayoritas). Tetapi dalam penerapan dan pengelolaan kehidupan sehari-hari justru Islam kita pinggirkan. Karenanya kita dapati sebuah situasi kehidupan sangat sempit sebagaimana dalam Al Qur'an surah Thoha ayat 124," tegasnya.

Kasus serupa yang dialami almh. Novia semakin menjamur di kalangan perempuan utamanya Muslimah, katanya. Ia menambahkan, bahwasanya kesadaran manusia akan hubungannya dengan Allah SWT merupakan kekuatan spiritual seorang Muslim. 

"Kesadaran dia dengan Allah SWT sebagai kekuatan spiritual seorang Muslim. Adanya dorongan ruhiyah menjadikannya diawasi dan takut hanya kepada Allah SWT," ungkapnya.

Oleh karenanya, ia menjelaskan, bagaimana seharusnya menjaga imun seorang Muslim, kontrol masyarakat hingga peran negara dalam pencegahan kasus serupa yang dialami almh. Novia Widyasari.

"Imun dalam kepribadian Islam pada seorang Muslim dibangun oleh iman. Selain itu didukung tsaqofah/pemahaman Islam untuk menundukkan nafsunya. Ini bagian dari kontrol diri yang kuat hubungan dia dengan Allah SWT sebagai Al Khaliq," jelasnya.

Menurutnya, “Adapun peran orang tua, sekolah hingga masyarakat mengontrol dengan saling peduli, berusaha mencegah serta mewujudkan kebaikan. Adapun negara berkaitan dengan negara adalah pemilik kekuasaan untuk menerapkan dan mengatur sistem kehidupan."

Adapun seputar peran negara sebagai salah satu dari tiga pilar utama pencegah kekerasan seksual, ia menekankan pada aturan yang diterapkan oleh negara akan terlaksana efektif sesuai dengan aturan dari Allah SWT. 

"Aturan oleh negara akan masuk ke pengaturan sistem kehidupan misalnya sistem pendidikan, pergaulan, persanksian, peradilan dan sistem kehidupan lainnya, sehingga sesuai aturan Allah SWT," pungkasnya.[]HN/Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar