Direktur INQIYAD: Permendikbud Ristek Ini Menjadi Penegas Bahwa Kita Adalah Bangsa yang Sekuler


TintaSiyasi.com -- Direktur INQIYAD Dr. Fahmi Lukman menyatakan bahwa Peraruran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbud Ristek) Nomor 30 Tahun 2021 justru menjadi penegas bahwa (kita) Indonesia adalah bangsa yang sekuler. 

"Permendikbud Ristek ini justru kemudian malah menjadi penegas bahwa kita ini adalah bangsa yang sekuler," tuturnya dalam Diskusi Khusus Tinjauan Kritis atas Permendikbud 30/2021: Perspektif Hukum dan Islam, Jumat (26/11/2021) di kanal YouTube Rayah TV. 

Ia menyarankan agar aturan tersebut ditunda pemberlakuannya kemudian dilakukan revisi. Ia menyarakan agar saat revisi dlilakukan, frase nilai-nilai agama dimasukkan karena merupakan identitas Bangsa Indonesia. 

“Ketuhanan Yang Maha Esa, artinya bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sumber segala sumber nilai. Kenapa, karena sila kedua, ketiga, keempat, dan kelima itu semua mengacu kepada sila yang pertama,” ujarnya. 

Selain itu, ia menegaskan judulnya jangan kekerasan seksual tapi kejahatan seksual karena itu menjadi lebih clear. Karena tidak ada kejahatan seksual yang dilakukan dengan persetujuan 

“Kalaupun digunakan frase tanpa persetujuan korban maka harus juga dijelaskan frase dengan persetujuan korban yang kemudian disebut dengan tindakan asusila atau kejahatan seksualitas,” pungkasnya. []Sri Nova Sagita

Posting Komentar

0 Komentar