Analis Muslimah Voice: Permendikbud Ristek 30 Tolok Ukurnya Nafsu, Wajar Jika..



TintaSiyasi.com -- Menanggapi Peraturan Menteri Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi (Permendikbud Ristek) Nomor 30 Tahun 2021, Analis Muslimah Voice dan Dosen Online (Dosol) Universitas Online (Uniol) Diponorogo 4.0 Ika Mawarningtyas mengatakan, permen tersebut tolok ukurnya nafsu, wajar jika berpotensi melegalisasi free sex (pergaulan bebas).

"Permen (Permendikbud Ristek 30) ini, tolok ukurnya nafsu, wajar jika berpotensi melegalisasi free sex," katanya dalam Talk Show Permendikbud Ristek 30 dalam Sorotan, Ancaman Generasi Legalkan Zina, Ahad (5/12/2021) di grup WhatsApp Ngobras Milka.

Ia merasa heran dengan permen yang baru disahkan, bukannya mampu mencegah perzinaan, yang terjadi malah perzinaan berpotensi marak, karena ada diksi setuju atau tidak setuju dalam permen tersebut. Ia menilai, kata 'tanpa persetujuan' ini yang membuat perzinaan bisa bebas terjadi asal saling setuju.

"Aneh, bilang kalau tanpa persetujuan korban itu baru disebut kekerasan seksual? Lalu, kalau zina suka sama suka? Boleh? Lalu kalau zina laki sama laki? Boleh? Lalu kalau zina perempuan sama perempuan? Boleh? Bukan hanya perzinaan, tapi LGBT bisa subur makmur gegara si Permen liberal ini? Bagaimana mbak-mbak semuanya?" bebernya.

"Bagaimana sih Islam memandang ini semua? Jelas Islam menolak segala bentuk kekerasan seksual. Tetapi, definisi kekerasan seksual dalam Islam jelas," katanya.

Pertama, Islam mengatur hubungan perempuan dan laki-laki terpisah. Menurutnya, di dalam Islam jelas, jika laki-laki dan perempuan ingin berhubungan intim itu hanya dalam bingkai pernikahan. "Jadi, selain itu adalah perzinaan dan itu dosa. Mendekati zina saja dilarang, apalagi berzina," katanya.

Kedua, hubungan sesama jenis atau laki-laki dan perempuan yang mengarah ke intim itu dilarang dalam Islam. "Jadi, mau suka sama suka, mau tidak suka sama tidak suka. Bolehnya berhubungan adalah dalam bingkai pernikahan. 

"Seperti, perzinaan (hubungan suka sama suka di luar pernikahan), pemerkosaan, pelecehan seksual dalam bentuk apa saja, meraba, menyentuh, dan sebagainya itu dilarang dalam Islam," pungkasnya.[] Alfia Purwanti  

Posting Komentar

0 Komentar