Aksi Bela Muslim Uighur, Aktivis Muslim Inggris: Kita Butuh Serius Membangkitkan Dunia Islam


TintaSiyasi.com -- Aktivis Islam Abdalah Al-Andalusi dalam aksi bela Muslim Uighur di London, Inggris,  menyampaikan pesan kepada para peserta aksi agar aksinya jangan hanya berhenti sampai didemonstrasi saja, namun terus berjuang untuk kesatuan dunia Islam. 

"Jika kita menyadari bahwa solusi itu ada dalam agama kita, dan agama kita adalah solusinya. Demonstrasi itu baik, tetapi kita butuh keseriusan tentang pekerjaan untuk kebangkitan umat dan dunia Islam,” katanya dalam Aksi Bela Muslim Uighur yang tayang di kanal YouTube Hizb Britain bertajuk Uighur Demonstration Interview-London, Abdullah Al Andalusi, Ahad (28/11/2021). 

Ia tegas mengatakan, jangan hanya berhenti sampai di demonstrasi ini saja atau sekadar di media sosial dengan menggunakan siombol-simbol Uighur misalnya. "Tetapi, lebih kepada perjuangan memberikan solusi menyeluruh yang kita butuhkan untuk kebangkitan dunia Islam. Berjuanglah untuk perubahan dunia Islam demi membawa kesatuan dan menyatukan potensi-potensi kita,” bebernya.

Ia menyatakan bahwa aksi protes memang bukanlah solusi tuntas bagi Uighur, tetapi merupakan bagian dari kepedulian atas kondisi Uighur yang ditindas oleh otoritas China. Dan menurutnya juga, aksi tersebut membuktikan bahwa umat tidak cuek terhadap kondisi buruk yang menimpa saudara-saudara Muslim lainnya. Aksi protes tersebut, setidaknya akan mampu membawa harapan. 

Aktivis Islam asal Inggris itu menjelaskan negara-negara Muslim sebenarnya punya potensi kemampuan untuk menekan China, bahkan dengan paksa. Apalagi China, tuturnya, kini sangat bergantung kepada proyek Belt and Road yang jalurnya melintasi wilayah negeri umat Islam. 

“China sangat bergantung pada proyek Belt and Road yang melintasi negeri-negeri Muslim. Malaysia serta Indonesia, seharusnya bisa melakukan itu, bahkan dengan cara paksa. Caranya dengan memutusnya dari jalur Malaka," jelasnya. 

Aksi protes seperti ini, meskipun hanya berperan sebagai framing terhadap China melalui negara-negara tadi, menurutnya, cukup memadai seharusnya untuk China mempertimbangkan lagi. "Sayangnya, penguasa-penguasa itu tidak melakukan apa pun,” bebernya. 

Diamnya penguasa Muslim yang seharusnya mampu menekan China, manurutnya, hal itu didasari karena kondisi  dunia Islam yang telah tersekat-sekat menjadi negara-negara kecil. Hal itulah, katanya, menjadi alasan utama mereka untuk tidak berbuat apa-apa. Ironisnya, justru ia melihat banyak negeri-negeri Muslim melakukan kerjasama dengan segala kepentingan China dan rezim penguasa negeri Muslim. 

“Permasalahannya adalah, negeri-negeri Muslim telah disekat-sekat menjadi negara-negara kecil. Sehingga mereka membenarkan adanya kerjasama dengan China dan mereka mengatakan bahwa mereka terlalu kecil dan lemah untuk berbuat sesuatu melawan China,” kata dia. 

Ketika ditanya peluang bangkitnya dunia Islam dari situasi saat ini, faktanya, ia melihat, sering mengalami chaos dan kemungkinan melawan China juga AS. Abdullah menyatakan itulah perjuangan yang harus dilalui siang dan malam. Maka, katanya, fokus utama adalah untuk menegakkan khilafah dan menemukan pemimpin yang benar lebih dahulu. 

Setelah itu, ia katakan, umat akan mampu memecahkan segala persoalannya dan kebangkitan itu pun datang. Menurut dia, umat tidak perlu membahas soal persenjataan China atau AS lebih dahulu. Sebab hal itu, nantinya akan menjadi pemikiran bagi khalifah yang diangkat dan menerapkan Islam. 

Ia juga menyampaikan betapa banyak sudah aksi protes yang dilakukan oleh kaum Muslim untuk membela saudara-saudara Muslim lainnya seperti Palestina, Rohingya, Kashmir, Palestina dan lainnya.

Namun, semua menurutnya berlalu begitu saja tanpa ada perubahan. Abdullah mengakui bahwa demonstrasi tetaplah bagus dilakukan, namun berjuang dengan serius untuk menegakkan kembali Islam karena itulah solusi satu-satunya. Solusi yang lahir dari agama umat ini, yaitu Islam, katanya. 

“Kita sudah banyak menyaksikan aksi protes dengan berbagai macam corak seperti untuk Rohingya, Kashmir, Palestina dan lainnya. Semua tetap saja berlalu begitu saja. Hanya dari kesatuan yang eratlah kita bisa membawa solusi dan mengakhiri demonstrasi yang sudah kita lakukan beberapa dekade," ujarnya. 

Sebagai seorang Muslim, ia meyakini bahwa yang paling dibutuhkan saat ini adalah orang-orang yang mau terlibat dalam memperjuangkan kemenangan Islam. Selain itu, orang-orang yang berpikir bahwa memperjuangkan kemenangan adalah implementatif, praktis karena lahir dari keseriusan dan keyakinan. Jika tidak, maka persekusi akan terus menimpa umat Islam.

"Atau kita akan terus menyaksikan penghinaan demi penghinaan, persekusi demi persekusi yang akan terus menimpa umat Islam,” pungkasnya.[] M. Siregar

Posting Komentar

0 Komentar