Ahli Fiqih: Money Game Adalah Bisnis Penggandaan Uang, Hukumnya Haram


TintaSiyasi.com -- Ahli Fiqih K.H. Muhammad Shiddiq Al-Jawi mengatakan, money game adalah bisnis penggandaan uang, hukumnya haram.

“Haram, money game ini adalah sebagai bisnis penggandaan uang dengan melalui piramida bonus. Hukumnya haram," ujarnya dalam Kajian Soal Jawab Fiqih: Hukum Money Game, Kamis (25/11/2021) di YouTube Ngaji Shubuh.

Kiai Shiddiq menjelaskan, hukum money game adalah haram, dengan alasan sebagai berikut: Pertama, menurutnya, atas dasar penipuan dan kecurangan. Karena mereka melakukan dan menjual bisnis riil, produk atau jasa padahal sesungguhnya tidak demikian.

Kedua, karena ada unsur riba. Uang yang masuk sebagai pinjaman lalu mengembalikan uang beserta tambahan atau bonus, ini yang disebut riba. “Jadi, forex yang dengan reborn trading ini haram, dan forex syariah juga haram,” jelasnya. 

Menurutnya, pada bisnis ini ada uang yang dibayarkan dengan alasan investasi menjanjikan keuntungan. “Perusahaan menjanjikan profit kepada member yang berinvestasi,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, member lama akan direkrut untuk mencari member baru yang diharuskan untuk berinvestasi juga. “Investasi inilah yang akan diberikan kepada member lama berupa bonus dan sisanya akan jadi milik perusahaan,” paparnya.

Cara beroperasi money game, katanya, selain berinvestasi member baru juga akan diminta mencari beberapa orang sebagai bawahannya.

“Misal si ‘A‘ member baru mencari 8 orang yang harus berinvestasi masing-masing 1 juta total dana yang terkumpul 9 juta dari hasil investasi ‘A’ ditambah 8 orang,” jelasnya.

Ahli Fiqih ini menambahkan, perusahaan sering menjanjikan keuntungan misal 3 kali lipat. “Kepada si ‘A’ maka perusahaan memberikan 3 juta sisanya 6 juta, ini menjadi milik perusahaan,” terangnya.

Cara perusahaan membayar 8 orang bebernya lagi, meminta untuk masing-masing orang mencari 8 orang kembali untuk menjadi downline. “Begitu seterusnya ke bawah sampai membentuk segitiga yang meruncing atau sistem penggandaan uang dalam bentuk piramida,” tandasnya.[] Mariyam Sundari

Posting Komentar

0 Komentar