UIY: Wajib Tidaknya Suatu Perkara dalam Islam Ditentukan oleh Ada Tidaknya Dalil


TintaSiyasi.com-- Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mengungkapkan bahwa wajib tidaknya suatu perkara dalam Islam ditentukan oleh ada tidaknya dalil.

"Wajib tidaknya suatu perkara dalam Islam itu ditentukan oleh ada tidaknya dalil, kuat lemahnya dalil," ungkapnya di YouTube UIY Official yang bertajuk Menolak Khilafah Dengan Dalih Rekontekstualisasi Fiqih, Rabu (10/11/21).

Ia mengatakan, ketika semua itu ada dalil, maka ditetapkanlah hukum suatu perkara. Apakah hukumnya wajib, sunnah, mubah, makruh, atau pun haram. "Jadi, sekali lagi yang menentukan adalah dalil," jelasnya.

Ia membeberkan, para ulama dari seluruh mazhab menyatakan, khilafah itu wajib dan kewajiban itu tidak berubah dari dahulu hingga sekarang. "Sehingga, jikalau ada pihak yang mau mengubah hukum mengenai kewajiban khilafah, maka harus menghadirkan dalil yang mengatakan bahwa itu tidak wajib," bebernya.

Ia menerangkan, jika ada usaha untuk mengubah hukum tegaknya khilafah dengan menunjukan keburukan sejarah khilafah, maka itu adalah perbuatan yang sia-sia. Karena, jika pun ada keburukan, itu adalah sesuatu yang wajar. Karena sejarah khilafah adalah sejarah manusia. "Itu tidaklah bisa dijadikan sebagai dasar untuk mengubah status hukum, karena jika pun ada keburukan kebaikannya jauh lebih banyak," terangnya.

Ia juga berpesan, sebagai seorang Muslim harus kokoh dalam pendirian. Kekokohan tersebut harus dilandaskan pada ketentuan-ketentuan yang bersumber dari Allah SWT, di dalam Al-Qur'an maupun As-Sunnah. "Itulah dalil-dalil syara' yang akan membuat pendirian kita tidak akan digoyahkan oleh siapapun," pungkasnya.[]Isty Da'iyah

Posting Komentar

0 Komentar