Toleransi Tidak Boleh Dalam Masalah Aqidah


TintaSiyasi.com -- Mudir Mahad Khadimus Sunnah Bandung Ajengan Yuana Ryan Tresna, M.E., M.Ag. menegaskan bahwa dalam masalah keyakinan (aqidah) dan hukum syariah yang bersifat pasti (qath’i) tidak boleh dibangun sikap tasamuh (toleran). 

“Adapun dalam masalah keyakinan (aqidah) dan hukum syariah yang bersifat pasti (qath’i) tidak boleh dibangun sikap tasamuh,” tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Rabu (10/11/2021). 

Selain itu, Ajengan Yuana mengatakan, termasuk tidak boleh toleran dengan kemungkaran. Hal itu dijelaskan dalam banyak hadis Nabi SAW terkait dengan perintah mengubah kemungkaran. 

“Tasâmuh semata-mata ada dalam merespon perbedaan (ikhtilaf) fiqih di kalangan ulama muktabar (yang otoritatif). Mana saja perbedaan pendapat yang terkategori ikhtilaf dan yang bukan, ada kaidah dan prinsipnya. Mana saja ikhtilaf yang muktabar dan yang tidak dianggap atau tidak diterima, juga ada kaidah dan prinsipnya,” urainya. 

Ia mengungkapkan, tasâmuh dimaknai oleh penggagasnya dengan menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama, namun bukan berarti mengakui atau membenarkan keyakinan yang berbeda tersebut dalam meneguhkan apa yang diyakini. 

“Mengacu pada definisi tersebut, sebenarnya sikap toleran ini tidaklah bebas tanpa batas. Harus ada batasan, prinsip dan kaidah yang jelas. Agar tidak menjadi liar dan disalahgunakan,” tandasnya.[] Reni Tri Yuli Setiawati

Posting Komentar

0 Komentar