Tiga Ulama Ditangkap Densus 88, Tim Pengacara Muslim Angkat Bicara

TintaSiyasi.com-- Menyikapi penangkapan terhadap tiga ulama, yaitu Ustaz Ahmad Farid Okbah, Ustaz Anung Al-Hamad, dan Ustaz Zain An-Najah,Tim Pengacara Muslim Achmad Michdan, S.H. angkat bicara. Ia mengatakan, tindakan detasemen khusus (densus) 88 over protective (terlalu curiga berlebihan).

"Menurut hemat saya memang ada tindakan-tindakan yang sebetulnya over protective, yang dilakukan oleh densus 88 dalam penangkapan kasus terduga terorisme. Seharusnya itu tidak dilakukan," jelas Michdan di kanal YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data, Jumat (19/11/21) dalam acara Insight ke-103 PKAD.

Hal itu terjadi ketika melakukan penangkapan terhadap para terduga terorisme. Kemudian menurut Michdan, tidak seharusnya penangkapan itu dilakukan secara paksa tanpa mengonfirmasi dulu terhadap terduga. Seperti kasus penangkapan pada Munarman, ia menjelaskan, ketika itu Munarman ditarik paksa tanpa dikonfirmasi terlebih dahulu. 

"Mestinya kalau dia diduga ada  keterkaitan dalam tindak pidana terorisme yang tindakan itu tidak terlihat ada suatu kejadian yang langsung yang patut diduga digerakkan langsung oleh orang tersebut. Tentu itu bisa dengan cara dipanggil lebih dulu," papar Michdan. 

Karena menurut Michdan, ketiga ustaz yang ditangkap itu mereka publik figur yang memiliki kehidupan yang tidak ngawur dan aktif dalam kegiatan berdakwah, maka cukup dipanggil saja. 

"Kalau mereka dipanggil, masyarakat akan tahu ini loh keterkaitan Ustaz Farid Utbah kenapa ditangkap," jelas Michdan. 

Selain itu terkait pasal 47 yang merupakan pembaharuan Undang-undang Terorisme no.5 tahun 2018, Michdan menyampaikan, ada harapan dibentuknya lembaga pengawasan terhadap densus 88. Bahkan, ketika ada pelanggaran terjadi penangkapan dengan melanggar hak asasi manusia (HAM), maka oknum-oknum itu bisa terkena sanksi pidana. 

Michdan menekankan bahwa siapapun yang menjadi tersangka memiliki hak untuk memilih penasehat hukumnya bukan dipilihkan. "Oleh karena itu, nanti setelah mendapatkan pencerahan ini para ustaz bisa meminta kepada DPR agar densus 88 itu ada lembaga pengawasannya agar dia tidak bisa berbuat seenaknya," tandasnya.[] HN/Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar