Tanggapi Pengaburan dan Penguburan Sejarah, Ustaz Salman: Penguasa Mengotak-atik Sesuai Kepentingannya


TintaSiyasi.com-- Menanggapi adanya pengaburan dan penguburan sejarah, Sejarawan dan Filolog Salman Iskandar mengatakan, hal itu karena penguasa mengotak-atik dan menuliskan narasi sejarah sebagaimana kepentingan mereka.

"Mereka (penguasa) kemudian mengotak-atik atau pun menuliskan narasi sejarah sebagaimana kepentingan mereka," kata Ustaz Salman, sapaannya, dalam Talkshow Sejarah Mengungkap Akar Sejarah Perjuangan Bangsa yang Terkaburkan di YouTube Khilafah Channel, Ahad (14/11/2021).

Dia memaparkan, sejarah itu ditulis oleh para pemenang, yaitu mereka yang duduk manis di kursi kekuasaan (penguasa). "Sejarah itu kemudian ditulis oleh para pemenang, yaitu mereka yang duduk manis di kursi kekuasaan (penguasa)," ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap kekuasaan atau rezim, penulisan sejarah dipengaruhi cara pandang kekuasaan yang ada. Ketika Belanda berkuasa, penulisan sejarah juga dipengaruhi cara pandang Belanda.

"Dalam penulisan sejarah di era kolonial, para sejarawan itu biasa menulis dengan cara pandang Belanda, memposisikan pemerintah kolonial sebagai hero, sedangkan kalangan Bumiputera termasuk para pejuang sebagai musuh," bebernya.

Ahli sejarah kemudian menyebutkan, ketika masa beralih ke era nasionalisme mengemuka di Nusantara, maka penulisan sejarah di Indonesia memiliki cara pandang yang berkebalikan dengan sebelumnya. "Memposisikan Indonesia sebagai pahlawan dan memposisikan kolonial itu sebagai musuh," pungkasnya. []Heni Trinawati

Posting Komentar

0 Komentar